Petugas kesehatan hewan Kulon Progo intensifkan pemeriksaan hewan kurban (VIDEO)

id Hewan kurban,Kulon Progo

Calon sohibul kurban memilih sapi di tempat penampungan sapi Madura di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Petugas kesehatan hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan pemeriksaan hewan kurban di tempat-tempat penampungan hewan yang ada di 12 kecamatan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Drajat Purbadi di Kulon Progo, Jumat, mengatakan hari ini, pihaknya melakukan pemantuan hewan kurban di Dusun Cabean, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, yang hampir 100 persen sapinya didatangkan dari Madura (Jawa Timur).

"Dari hasil pemeriksaan sapi, hampir tidak ada masalah. Selain itu, sapi dari Madura dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," kata Drajat.

Namun demikian, ia menyayangkan kondisi penampungan hewan kurban belum memadai. Lokasi penampungan tidak ada peneduh.

"Kami sarankan pengelelola tempat penampungan hewan kurban ini untuk melengkapi dengan peneduh supaya sapinya tidak kepanasan," katanya.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan, petugas belum menemukan penyakit. Sejauh ini masih sebatas diare karena kondisi sapi setres dalam perjalanan atau penyesuaian pakan baru.

"Selama ini, saya yang melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kokap, Pengasih, Sentolo, dan Lendah, kondisi hewan kurban dalam kondisi sehat," katanya.

Drajat mengatakan pemeriksaan hewan kurban dibagi dalam tiga tim, yakni tim wilayah utara meliputi Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang dan Nanggulan. Wilayah tengah, meliputi Kokap, Pengasih, Sentolo, dan Lendah. Kemudian wilayah selatan, meliputi Wates, Panjatan, Galur dan Temon.

"Masing-masing tim ada lima dokter. Satu tim melakukan pemeriksaan hewan kurban di empat kecamatan," katanya. Lebih lanjut, Drajat mengatakan pada Kurban 2019 ini ada tren, sohibul kurban memilih sapi dari Madura karena harganya lebih murah dibanding sapi lokal.

"Kemudian, daging sapi lebih banyak sapi Madura dibanding sapi lokal, seperti simental," katanya.

Pedagang sapi Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Syamsudin mengatakan tahun ini, permintaan hewan kurban mengalami peningkatakan yang cukup siginifikan. Sampai hari ini, pihaknya mampu menjual 425 ekor, dibandingkan 2018 sebanyak 300 ekor.

"Hewan kurban yang dijual merupakan sapi dari Madura. Kami khusus menjual sapi Madura, dan permintaan sapi dari Madura ada tren mengalami peningkatan," katanya.

Menurut dia, sapi dari Madura, serat dagingnya sangat bagus, tidak ada cacing hati, berat daging juga lebih banyak, kemudian harga lebih murah dibanding sapi lokal.

"Yang beli hewan kurban dari Madura dari warga di Kecamatan Lendah dan Kulon Progo," katanya.

Syamsudin mengatakan harga yang ditawarkan mulai dari Rp12 juta hingga Rp22 juta. Saat ini, rata-rata sohihul kurban sebesar Rp3 juta per orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar