Pemkab Kulon Progo imbau masyarakat tidak bakar sampah sembarangan

id Kebakaran lahan,Kulon Progo

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat supaya tidak membakar sampah di sembarang tempat dan selalu waspada penggunaan api di rumah tangga dan listrik untuk mengantisipasi kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Ariadi di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan potensi kebakaran mulai hutan, kawasan permukinan hingga lokasi lain sangat tinggi pada musim kemarau ini.

"Bupati Kulon Progo sudah mengeluarkan surat edaran bagi masyarakat terkait imbauan larangan pembakaran sampah di sembarang tempat. Surat diedarkan ke seluruh wilayah Kulon Progo supaya disosialisasikan kepada masyarakat," kata Ariadi.

Ia mengatakan kebakaran berpotensi di semua wilayah Kulon Progo meliputi kebakaran lahan tebu, kebakaran kawasan hutan rakyat, kebakaran di rumah tangga, hingga kebakaran akibat korsleting listrik.

Ia mengungkap, kebakaran lahan berpotensi terjadi di kawasan Kokap, Girimulyo dan Kalibawang.

"Saat ini sudah memasuki musim kemarau panjang, daun-daun sudah mulai berguguran. Harapannya tidak dibakar, tetapi ditimbun. Kemudian hati-hati bagi perokok supaya tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering," katanya.

Salah satu anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Girimulyo Sutikno mengatakan di Kecamatan Girimulyo memang menjadi wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran lahan, khususnya di Desa Giripurwo dan Pendoworejo.

Di lokasi tersebut kebanyakan hutan jati dan posisi bertebing sekarang banyak rumput-rumput yang pada mengering.

"Kami mengimbau warga untuk hati-hati bila menyalakan api maupun membuang puntung rokok di lahan kering," imbaunya.

Data BPBD Kulon Progo mengungkap, pada 2018 terjadi 72 kasus kebakaran dan di tahun 2019 ini sudah terjadi 19 kasus kebakaran.
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar