Yogyakarta, kota ketiga kegiatan City Tour tim gaming Indonesia

id City Tour gaming

Para pro players Free Fore dari Evos, Brand Ambassador Evos Angelica Anastasia dan Dylan Pros dari Divisi Evostar serta perwakilan dari Kopi Singa Surya Putra B saat kegiatan FTW City Tour Coaching di Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Evos, tim gaming asal Indonesia berkolaborasi dengan Kopi Singa menyelenggarakan event For The Win City Tour Coaching Clinic di Upnormal Coffe Roasters Kaliurang Kota Yogyakarta, Sabtu, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Bali pada Juli lalu.

"Sukses dengan rangkaian acara di Jakarta dan Bali, kali ini Evos kembali menggelar FTW (For The Win) City Tour Coaching Clinic di kota ketiga, yaitu Yogyakarta," kata Brand Ambassador Evos Angelica Anastasia didampingi Dylan Pros dari Divisi Evostar dalam jumpa pers di Yogyakarta Sabtu.

Menurut dia, ada 10 rangkaian acara FTW City Tour Coaching Clinic selama beberapa bulan ke depan, dengan kota- kota terpilih yaitu Solo pada 24 Agustus, Surabaya pada 7 September, Malang pada 21 September, Bandung pada 5 Oktober, Semarang pada 19 Oktober, Cirebon pada 2 November dan ditutup di Bogor pada 16 November 2019.

Angelica menjelaskan dalam FTW City Tour Coaching ini, para peserta yang berjumlah 150 anak muda akan diberi tahu tentang tips dan trik lalu akan bermain game online Free Fire bareng. Dan yang memenangkan akan mendapatkan hadiah khusus spesial Free Fire yang akan menambah kekuatan.

"Kami sangat senang dengan city tour karena kita bisa bertemu dengan teman-teman di kota lain. Bertemu langsung, ngobrol dengan langsung. Dan dari dua tour sebelumnya kesannya seru karena antusias di setiap kota begitu besar," katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Kopi Singa Surya Putra B mengatakan perusahaannya sangat mendukung kegiatan coaching clinic agar para pemain game online Free Fire yang mayoritas anak muda tersebut bisa lebih berprestasi ke depannya.

"Kami ingin mensupport kegiatan e-sport agar semakin bisa maju mewakili Indonesia sehingga banyak anak muda yang bisa mewakili Indonesia ke depannya, memperkuat mereka untuk ke tingkat internasional," katanya.

Sedangkan Dylan Pros dari Divisi Evostar di Evos Esport mengatakan esport atau gaming online saat ini anggapannya sudah berubah, sebab katanya orangtua dulu bisa merusak anak jadi malas belajar, namun kini sudah menjadi ladang utama pekerjaan di bidang 'pro player'.

"Seperti saya ini sebagai konten kreator, kita bikin video sambil bermain game, upload ke YouTube banyak yang nonton, ada iklan. Dari situlah, gaji kita ada dan bisa jadi ladang utama pekerjaan," kata Dylan.

Dylan menegaskan kalau dulu main game hanya untuk kesenangan, namun kini main game bisa menjadi profesi yang menjanjikan, bahkan dia menyebut saat ini di Indonesia ada pemain Free Firenya dengan total sekitar 50 juta orang.

Dalam For The Win (FTW) City Tour Coaching Clinic Free Fire di Yogyakarta ini menghadirkan para pro players dari Evos, seperti Manay, Ipul, Cupay, dan Regi yang pada April lalu memenangkan World Cup Free Fire di Thailand dengan hadiah sebesar Rp770 juta rupiah.

Sementara itu, Manai, Pro Player dari Evos mengatakan bermain game saat ini tidak hanya sekadar untuk kesenangan semata, tetapi bisa menjadi pekerjaan dan ladang pendapatan, bahkan saat tim ini mewakili Indonesia di Tailand dalam turnamen game didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraha (Kemenpora).

"Tadinya kita hanya sekedar bermain game di rumah, kesannya negatif tapi setelah menjadi pro player ada basecamp, tempat ngumpul. Jadi tidak hanya main game seharian. Di situ kita diatur jam makan, olahraga, jam tidur, dan jam sesi latihan," katanya.

Manai menyebut bermain game bisa menjanjikan kehidupan lebih baik karena pro player digaji, dikontrak, dan diatur sesi latihan. "Untuk tipsnya, latihan kompak sama tim dan terus mencoba ikut turnamen, biasanya dari kota ada turnamen-turnamennya," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar