Masjid di Yogyakarta menggunakan daun jati untuk bungkus daging kurban

id Daun jati,Plastik,Kurban,Masjid di Yogyakarta gunakan daun jati,daun jati untuk bungkus daging,daging kurban

Masjid di Yogyakarta menggunakan daun jati untuk bungkus daging kurban

Penitia menata daging kurban dengan bungkus daun jati di Masjid Margoyuwono, Kota Yogyakarta, Minggu. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Takmir Masjid Margoyuwono, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta memilih menggunakan daun jati untuk membungkus potongan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat di daerah itu.

Sekretaris Takmir Masjid Margoyuwono Hartoko seusai penyembelihan hewan kurban di Yogyakarta, Minggu, mengatakan inisiatif pemanfaatan daun jati sebagai pembungkus daging kurban sudah berlangsung sejak lama. Hal itu bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sesuai imbauan pemerintah setempat.

"Dulu setelah dibungkus daun jati masih dibungkus plastik. Sekarang plastiknya sudah dikurangi," kata dia.

Menurut Hartoko, selain bisa mengurangi tingkat penggunaan plastik, bungkus daun jati juga bermanfaat untuk mengurangi bau serta membuat daging lebih empuk saat dimasak.

"Saya pernah tanya, daun jati sama daun ketela itu bisa membuat dagingnya lebih empuk sama mengurangi bau prengus," kata dia.

Pada Idul Adha tahun ini, Takmir Masjid Margoyuwono Yogyakarta menyembelih 5 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Dari sejumlah hewan kurban itu, ada sekitar 500 bungkus daging yang dibagikan kepada masyarakat dengan berat masing-masing 3 kilogram.

Karena penggunaan plastik semakin dikurangi, menurut dia, pada tahun ini kebutuhan daun jati untuk pembungkus daging kurban di masjid itu juga membengkak menjadi sekitar 2.000 lembar. "Daun jati (dibeli) dari Pasar Beringharjo," kata dia.

Selain di Masjid Margoyuwono, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, upaya pengurangan penggunaan plastik juga dilakukan oleh Takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Takmir masjid itu memilih besek atau wadah dari anyaman bambu untuk pembungkus daging kurban. Di dalam besek tersebut terdapat daun pisang sebagai alas daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar