Fans PSG marah kepada Neymar

id Neymar,Paris Saint-Germain,PSG,Liga Prancis,Thomas Tuchel

Pelatih PSG Thomas Tuchel saat menghadiri konfrensi pers pada 10 Agustus 2019 di Ooredoo Training Centre, Saint-Germain-en-Laye, Prancis.(REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel mengatakan bahwa ia bisa mengerti mengapa para pendukung frustrasi dengan Neymar setelah tim Ligue 1 memulai musim baru tanpanya.

Nama penyerang asal Brasil itu tidak dimasukkan dalam skuat PSG yang menggasak Nimes 3-0 di Parc des Princes berkat gol dari Edinson Cavani, Kylian Mbappe dan Angel Di Maria.

Neymar bergabung dengan PSG dari Barcelona dengan memecahkan rekor dunia pada Agustus 2017 dengan nilai 200 juta poundsterling, tetapi sejak itu ia terus dikaitkan dengan kembali ke Camp Nou atau ke Real Madrid.

Pemain berusia 27 tahun tersebut tetap menjadi pusat perhatian dalam pertandingan itu meski ia absen, dengan sejumlah penggemar memegang spanduk bertuliskan "pergilah" dan menyanyikan namanya selama pertandingan.

"Ini situasi yang rumit, saya tidak tahu harus berkata apa," kata Tuchel kepada L'Equipe yang dilansir Sky Sports pada Senin (12/8).

"Saya melihatnya di smartphone rekan saya karena saya tidak mendengarnya (nyanyian) selama pertandingan."

"Bisakah saya memahaminya? Ya dan tidak. Ia masih pemain kami, pemain saya dan saya melindungi semua pemain saya."

"Ia ada di ruang ganti pemain. Saya bisa mengerti bahwa tidak semua orang menyukai apa yang ia katakan dan lakukan."(sumber Sky Sports)
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar