RPH Giwangan menyiapkan tenaga penyembelih hewan kurban hingga Rabu

id hewan kurban, RPH Giwangan,penyembelihan

RPH Giwangan menyiapkan tenaga penyembelih hewan kurban hingga Rabu

Ilustrasi hewan kurban (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Rumah Pemotongan Hewan Giwangan Yogyakarta menyiagakan tenaga penyembelih hewan kurban hingga hari keempat, Rabu (14/8) meskipun tidak ada panitia hewan kurban yang mendaftar untuk pelayanan penyembelihan.

“Pelayanan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan kami buka sejak Minggu (11/4) hingga Rabu (14/8). Untuk hari terakhir memang belum ada pendaftar, tetapi tenaga penyembelih tetap disiapkan ‘full team’ karena program ini sifatnya pelayanan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Selasa.

Pada hari pertama, Minggu (11/8), RPH Giwangan melayani penyembelihan hewan kurban untuk 44 ekor sapi, dan pada Senin (12/8) melayani penyembelihan 50 ekor sapi sedangkan pada Selasa (13/8) sebanyak 12 ekor sapi.

“Mungkin memang sudah selesai di hari ini. Jika dibanding tahun lalu, total jumlah sapi kurban yang disembelih di RPH Giwangan juga hampir sama. Menurun sedikit saja,” katanya.

Penurunan jumlah sapi yang disembelih di RPH Giwangan, lanjut Sugeng, dimungkinkan banyak takmir masjid atau panitia penyembelihan hewan kurban yang sudah mampu menyembelih secara mandiri, baik dari kesiapan tenaga hingga lokasi penyembelihan yang layak.

“Saya kira, banyak takmir masjid yang sudah belajar dan memiliki pengetahuan serta fasilitas yang cukup untuk menyembelih hewan kurban. Tentunya, mereka belajar untuk terus memperbaiki pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dari tahun ke tahun dan pada tahun ini mereka mampu menyembelih secara mandiri,” kata Sugeng.

Sedangkan untuk temuan kasus infeksi cacing hati, baik di sapi maupun kambing, lanjut Sugeng, juga tetap terjadi pada tahun ini. “Jumlah temuan pun hampir sama,” kata Sugeng.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, sampai saat ini tercatat ada 163 sapi terinfeksi cacing hati dari 2.252 sapi yang disembelih. ”Bahkan, di RPH Giwangan ditemukan satu ekor sapi dengan hati yang sudah rusak karena seluruhnya terinfeksi cacing,” katanya yang menyebut untuk memilih sapi yang bebas infeksi cacing hati sangat sulit.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, sejumlah takmir masjid atau panitia hewan kurban sudah mulai menggunakan wadah ramah lingkungan saat membagi daging kurban.

Dari catatan DLH Kota Yogyakarta, terdapat 19 masjid yang membagi daging kurban dengan memanfaatkan besek, daun pisang dan daun jati, serta delapan sekolah yang memanfaatkan besek dan daun serta kertas. “Bahkan, ada yang menggunakan wadah makan sendiri,” katanya.

Selain itu, DLH Kota Yogyakarta juga mencatat satu perusahaan yang membagikan daging kurban dengan besek dan daun pisang. “Jumlahnya masih sedikit. Tetapi, saat ini masih dalam proses belajar perlahan-lahan. Harapannya, tahun depan sudah mulai meluas penggunaan wadah ramah lingkungan,” katanya.

Ia pun memastikan sudah tidak ada temuan panitia atau takmir masjid yang mencuci jeroan di sungai.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar