Yogyakarta melakukan penguatan kader antinapza

id Kader antinapza,narkoba,antaranews.com

Penguatan kader antinapza di Kota Yogyakarta sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (Kantor Kesbang Kota Yogyakarta.

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 200 kader antinapza di Kota Yogyakarta yang terdiri dari pelajar SMP, anggota organisasi kemasyarakatan, dan kader PKK mengikuti kegiatan pembinaan dan penguatan untuk mendukung upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan akan dibagi dalam empat angkatan. Kader antinapza yang sudah terpilih diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih luas dan komitmen untuk mendukung upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Yogyakarta Zenni Lingga di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, penguatan kader antinapza merupakan kegiatan penting dalam upaya mewujudkan Yogyakarta sebagai kota bebas dari penyalahgunaan narkoba karena ancaman narkoba pada masa sekarang sangat luar biasa.

Melalui penguatan tersebut, Zenni berharap, seluruh kader antinapza memiliki kesadaran terkait pentingnya usaha bersama dari seluruh komponen masyarakat untuk aktif mencegah, memberantas penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba.

“Narkoba memiliki dampak yang sangat buruk. Daya rusaknya sangat tinggi, mulai dari merusak karakter anak, fisik, hingga kesehatan, dan dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) hingga menghambat kemajuan bangsa,” katanya.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2018, prevalensi pengguna narkoba di kalangan pelajar atau mahasiswa mencapai 3,2 persen atau 2.297.492 orang dari total pelajar 15,4 juta.

Sedangkan untuk kelompok pekerja memiliki prevalensi pengguna narkoba 2,1 persen atau setara dengan 1,5 juta orang dari total pekerja formal 74 juta.

“Kegiatan ini memang diselenggarakan pada Agustus yaitu saat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Harapannya, kegiatan ini mendukung tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI yaitu SDM Unggul Indonesia Maju,” katanya.

Dari kegiatan penguatan kader tersebut, khusus untuk kader antinapza di SMP akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Satuan Tugas Antinapza. Di Kota Yogyakarta tercatat 63 SMP, namun belum seluruhnya memiliki Satgas Antinapza.

“Satgas terseburt akan menjadi mitra Pemerintah Kota Yogyakarta dan BNNK Kota Yogyakarta untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di kalangan pelajar,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar