Indonesia harus tanggap menghadapi perang siber

id Presiden Joko Widodo,Jokowi,Pidato Kenegaraan 2019,HUT ke-74 RI,Gedung Nusantara

Indonesia harus tanggap menghadapi perang siber

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk tanggap dan sigap dalam menghadapi perang siber di tengah keterbukaan informasi dan komunikasi yang dapat membawa ancaman bangsa.



"Dalam bidang pertahanan-keamanan kita juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber, menghadapi intoleransi, radikalisme dan terorisme," kata Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Sidang bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara Senayan Jakarta, Jumat.



Dengan kemudahan mengakses informasi dan komunikasi, khususnya melalui media sosial, Presiden mengingatkan adanya ancaman di balik kebebasan tersebut. Berbagai ancaman tersebut antara lain dapat menyerang ideologi Pancasila, tradisi, budaya hingga warisan kearifan lokal bangsa Indonesia.



"Kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa kita," kata Presiden.



Dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat suku Sasak dari Nusa Tenggara Barat. Pakaian yang dikenakan Jokowi lengkap dengan tutup kepala "sapuk" dan keris yang disisipkan di depan dada.



Presiden tiba di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR, DPR, DPD RI sekitar pukul 09:55 WIB. Sementara itu, Ibu Negara Iriana Widodo mengenakan baju kurung berwarna putih dihiasi selempang kain batik bermotif coklat dengan rambut yang disanggul.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar