BPIP sebut belajar Pancasila paling utama di luar kelas

id BPIP Hariyono

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono (kemeja coklat) saat berfoto dengan peserta Kongres XI Pancasila di UGM Yogyakarta. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Pelaksana tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengatakan belajar mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa tidak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan juga di luar kelas yang menyasar ke masyarakat umum.

"Bahwa belajar Pancasila di ruang kelas itu penting, tetapi yang paling pokok atau utama justru di luar kelas," kata Hariyono di sela acara Kongres XI Pancasila yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Jumat.



Dengan demikian, kata Hariyono yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel dengan tema "Dinamika Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Dalam Mempertahankan Identitas Nasional", Pancasila tidak hanya hidup di ruang kelas, melainkan juga di luar kelas seperti di masyarakat.

"Justru di sini dosen-dosen agama, dosen Pancasila itu perlu diskusi, duduk bersama yaitu gotong royong melihat problem ini, sehingga Pancasila tidak hanya hidup di dalam ruang kelas," katanya.



Hariyono mengatakan, kurikulum pendidikan yang diantaranya mengajarkan materi pancasila di kampus-kampus maupun universitas tersebut sudah ada, karena diatur di dalam peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.

Akan tetapi, kata dia, yang menjadi persoalan bagaimana substansi materi Pancasila yang ada di kampus tersebut sudah sesuai dengan perkembangan zaman atau tidak seperti yang dikritik Prof Amin Abdullah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam diskusi panel itu.

"Kemudian di dalam metodologi penyampaiannya metode pembelajarannya apakah hanya ceramah saja atau harus ada contoh semacam 'pilot project' ataupun 'management project' belajar Pancasila tidak harus di kelas, tapi bisa di pasar agar pedagang itu bisa mengerti," kata Hariyono.

"Kenapa kampung-kampung Pancasila itu (masyarakat) bisa rukun dan sebagainya, dan ternyata di situ sila keempat (Pancasila) bisa muncul yaitu musyawarah dan orang mau berkorban untuk kepentingan yang lebih besar," katanya.

Kongres XI Pancasila diselenggarakan selama dua hari, 15-16 Agustus 2019.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar