Yogyakarta kembangkan peran UKS dukung kota layak anak

id usaha kesehatan sekolah,uks yogyakarta,kota layak anak

Yogyakarta kembangkan peran UKS dukung kota layak anak

Arsip Foto. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di salah satu SMP di Kota Yogyakarta. (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Layak Anak, salah satunya dengan mengembangkan peran usaha kesehatan sekolah dalam pendidikan kesehatan reproduksi.

“Saya kira, di setiap sekolah pasti memiliki unit usaha kesehatan sekolah (UKS). Jika selama ini unit tersebut hanya berperan untuk penanganan awal apabila ada siswa yang sakit, maka ke depan akan ada pengembangan peran,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, untuk merealisasikan rencana tersebut DPMPPA Kota Yogyakarta terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Edy mengatakan peran UKS akan dikembangkan sehingga bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti sosialisasi konvensi hak anak, pendidikan kesehatan reproduksi, literasi, dan penguatan karakter.

"Oleh karenanya, program ini kami sebut sebagai pengembangan peran UKS. Program ini pun akan disesuaikan dengan rekomendasi dari DPRD Kota Yogyakarta tentang pengawasan pelaksanaan Perda Kota Layak yaitu pendidikan kesehatan reproduksi perlu disertai dengan pendekatan spiritual," katanya.

Edy berharap, pengembangan peran UKS untuk pendidikan kesehatan reproduksi bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak sejak dini sehingga mereka mampu menghindari berbagai hal negatif seperti kekerasan.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Edy, juga bertekad untuk melakukan akselerasi terhadap target pembentukan kampung ramah anak, sekolah ramah anak, dan fasilitas kesehatan ramah anak sesuai dengan amanah Perda Kota Layak Anak.

"Saya kira, dukungan anggaran untuk akselerasi capaian tidak ada masalah. Selain penambahan jumlah pembentukan kampung, sekolah atau puskesmas ramah anak, juga akan dilakukan penguatan kegiatan," katanya.

Di kampung ramah anak misalnya, dana kegiatan tidak hanya dianggarkan melalui DPMPPA saja tetapi bisa melalui dana kelurahan.

"Unsur pengusaha pun sudah kami dekati. Mereka pun sepakat untuk membentuk formatur asosiasi pengusaha sahabat anak. Harapannya, dukungan dari pengusaha ini dapat memperkuat upaya Yogyakarta menjadi Kota Layak Anak yang sebenarnya," katanya.

Tahun ini, Kota Yogyakarta mampu mempertahankan penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya untuk kedua kalinya secara berturut-turut meskipun sebelumnya memasang target meraih penghargaan kategori utama, atau peringkat tertinggi.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar