25 narapidana Rutan Wates mendapat remisi khusus HUT RI

id Remisi khusus,HUT RI,Kulon Progo

25 narapidana Rutan Wates mendapat remisi khusus HUT RI

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo menyerahkan dokumen remisi khusus kepada 25 narapida di Rumah Tahanan Kelas II Wates di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak 25 narapidana di Rumah Tahanan Kelas II Wates di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat remisi Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019.

"Dari 25 orang yang mendapat remisi itu, sebanyak 22 narapina mendapat remisi umum sebagian (RU1) dan tiga narapidana mendapat remisi umum keseluruhan (RU2) atau bebas langsung," kata Pelaksana Harian Kepala Rutan Wates Supriatno di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan potongan masa tanahan bagi narapidana yang mendapat remisi bervariasi. Narapidana yang mendapat remisi umum selama satu bulan, namun kalau remisi lebih dari satu tahun bisa dua bulan.

"Hari ini ada yang mendapat remisi lima bulan, yakni narapidana kasus pencurian dengan hukuman enam tahun penjara," katanya.

Dia mengatakan kriteria kasus narapidana yang mendapat remisi bervariasi, mulai dari pencurian, penggelapan, perlindungan anak dan pelanggaran undang-undang kesehatan.

"Syarat mendapat remisi, yakni narapidana dipidana lebih dari enam bulan, dan sudah berkelakuan baik selama enam bulan tersebut," katanya.

Supriatno mengatakan selama di Rutan Wates, narapidana mendapat bekal pembinaan baik pembinaan agama dan keterampilan, seperti pelatihan membuat mebel dan sapu lidi.

"Kami juga diberi tanggung jawab dari Pemkab Kulon Progo membuat kayu menyelesaikan kusen pintu atau jendela untuk bedah rumah," katanya.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengingatkan narapidana yang mendapat remisi, bahwa remisi merupakan pengakuan dari negara, yang bersangkutan berkelakuan baik saat menjalani pidana di Rutan Wates.

"Kami berharap setelah bebas dan keluar dari rutan bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat dan bisa menjaga perilaku dan mentalitasnya. Kemudian dapat mengubah sikap dan perilaku," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar