PDIP Sleman mengincar posisi strategis dalam alat kelengkapan DPRD

id PDIP Sleman,DPRD Sleman,Pdip

Massa PDIP di Lapangan Denggung Sleman, D.I.Yogyakarta (Foto Antara /Mawaruddin/ags/14)

Sleman (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai peraih kursi terbanyak mengincar posisi strategis dan porsi lebih banyak dalam komposisi alat kelengkapan DPRD Kabupaten Sleman.

"Kami tetap berjuang untuk mendapatkan posisi strategis dan jatah lebih banyak. Ini wajar karena PDIP mendapatkan 15 kursi di DPRD Sleman," kata ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Senin.

Menurut dia, PDIP mengincar posisi-posisi strategis di Komisi C dan Komisi D serta posisi Bapemperda.

Pada periode lalu, PDI Perjuangan memperoleh posisi di Komisi C dan Bapemperda.

"Saat ini masih berkoordinasi dengan partai koalisi di DPRD, terkait nama-nama yang bisa duduk di posisi tersebut. Nanti setelah kesepakatan dengan koalisi baru menyusul nama yang duduk. Kami perjuangkan dulu di alat kelengkapan agar dapat tiga itu," katanya.

Ia mengatakan, saat ini PDIP telah membentuk koalisi yang mantap. Dengan menggandeng tiga partai yang memperoleh kursi banyak dalam Pemilu 2019 yakni PAN dan Gerindra yang memperoleh masing-masing enam kursi, serta Golkar yang mendapatkan lima kursi.

Koeswanto mengatakan gabungan empat partai ini saja sudah memiliki 32 kursi di DPRD Sleman. Artinya kekuatannya sudah lebih dari separuh anggota dewan. Total kursi di DPRD Sleman sebanyak 50 kursi.

"Koalisi mantap, tiga partai itu sudah cukup," katanya.

Ia mengatakan, meskipun demikian dirinya tidak menggaransi jika koalisi tersebut bertahan hingga Pilkada Sleman 2020.

"Untuk pilkada masih membuka peluang untuk partai lain bisa bergabung. Pilkada nanti komposisinya belum tahu mana yang mau ikut nanti kami tampung," katanya.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sleman juga menginginkan pembagian alat kelengkapan secara proporsional.

"PKB pada Pemilu 2019 berhasil mendapatkan enam kursi dan berhak atas kursi wakil pimpinan. Proporsional sesuai dengan jumlah masing-masing anggota fraksi," kata Ketua DPC PKB Sleman R Agus Khalik.

Agus juga tidak ingin muluk-muluk dengan memasang target bisa masuk dalam komisi atau badan.

"Kami ingin agar semua mengalir, nanti sesuai kebutuhan dan pembicaraan," katanya.

Terkait koalisi, hingga saat ini PKB masih belum menentukan sikap, karena masih dalam tahap penjajakan untuk menentukan arah koalisi yang diprediksi akan dinamis.

"Kami baru mengobrol dengan partai lain. PKB nanti lihat situasi," katanya.

Hal sama juga disampaikan Ketua DPD Nasdem Sleman Surana yang menginginkan pembagian alat kelengkapan secara proporsional.

Pada Pemilu 2019, Nasdem hanya memperoleh tiga kursi, sehingga membentuk fraksi dengan PPP yang juga memperoleh tiga kursi dengan nama Fraksi Persatuan Nasional.

"Fraksi kami kan juga enam kursi, karena bergabung dengan PPP, semoga saja pembagian alat kelengkapan proporsional," katanya.

Menurut dia, dengan pembagian alat kelengkapan yang proporsional akan berpengaruh terhadap kinerja lembaga, karena lembaga dengan kinerja baik saling mengisi.

"Setiap anggota dewan memiliki hak yang sama agar punya kesempatan yang sama, ya sama-sama lah," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar