KIJ UIN Sunan Kalijaga meluncurkan Modul Keren Berkarakter

id uin sunan kalijaga,modul,karakter

Launching Modul Integrasi Nilai-nilai Keren Berkarakter Nir Kekerasan Dalam Pembelajaran dan Budaya Sekolah (Foto Dok. Humas UIN Sunan Kalijaga)

Yogyakarta (ANTARA) - Kalijaga Institute for Justice (KIJ) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta meluncurkan Modul Integrasi Nilai-nilai Keren Berkarakter Nir Kekerasan Dalam Pembelajaran dan Budaya Sekolah.

"Modul ini merupakan model pembelajaran dan gambaran suasana sekolah yang kondusif dalam upaya  menciptakan proses pembelajaran yang optimal," kata Direktur KIJ UIN Sunan Kalijaga Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, modul ini terdiri dari beberapa sesi yang dapat digunakan sebagai bahan "workshop" guru, siswa, dan orang tua dalam penanaman nilai-nilai keren berkarakter. Dipilihnya guru, siswa, dan orang tua karena ketiganya merupakan unsur penting dalam pendidikan.

"Ketiga unsur tersebut diharapkan akan mampu bersinergi dalam proses pendidikan sehingga menghasilkan siswa atau lulusan yang berkualitas baik secara akademik maupun kepribadian," katanya.

Ia menjelaskan lahirnya modul pembelajaran hasil riset ini didasarkan pada kesadaran bersama bahwa kekerasan, ekstremisme, dan radikalisme merupakan tantangan terbesar masa kini, yang lahir dari sikap dasar intoleransi terhadap perbedaan dan keragaman sebagai realitas sosial.

Demikian juga di Indonesia yang penuh dengan keberagaman dari sisi etnik, agama, status sosial ekonomi, budaya, dan gender. Sampai saat ini sikap intoleransi masih mewarnai kondisi sosial keberagaman di negeri ini.

Bahkan melahirkan tindak kekerasan yang merupakan masalah yang serius, yang perlu ditangani dan dicegah secara dini. Potensi kekerasan itu ada dimana-mana baik di rumah, di kantor, di sekolah dan di tempat-tempat lain.

Sumber dari kekerasan itu sebenarnya sama, yaitu intoleransi. Modul ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pencegahan kekerasan secara dini melalui penanaman nilai-nilai keren berkarakter dalam pembelajaran dan budaya sekolah.

"Intinya, intoleransi adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok dalam menerima adanya perbedaan, padahal di satu sisi perbedaan adalah sebuah keniscayaan," kata Ruhaini.

Koordinator riset TIM KIJ Bono Setyo mengemukakan isi modul keren berkarakter terdiri dari filosofi keren berkarakter (kenali dirimu, kenali temanmu, empati pada orang tuamu, guru dan temanmu, ramah dan senyum selalu, energi positif harus dijaga, nyatakan dalam karya).

Selain itu Bridging Diversity Enriching Humanity, ersatu dalam keberagaman, moderasi beragama,  keren berkarakter dalam keberagaman, living values di sekolah, pola asuh keluarga zaman now, literasi bermedia yang cerdas, pola komunikasi sekolah dan orang tua-pendampingan efektif integratif.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi berharap modul ini bisa menjadi pemandu untuk mempersatukan anak bangsa , dimulai dari proses pembelajaran di sekolah dan keluarga.

"Persatuan merupakan hal yang paling utama agar bangsa dan negara ini menjadi bangsa yang unggul dan disegani dunia," kata Yudian.

Modul ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Tim Peneliti KIJ beberapa waktu lalu, bekerja sama dengan The Australia-Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2).

Tim Peneliti KIJ diketuai oleh Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin dengan anggota antara lain Alimatul Qibtiyah, Bayu Mitra Kesuma, Rina Komaria, Lailatis Syarifah, Witriani, Zusiana Elly Triantini, dan Bono Setyo sebagai koordinator riset.

Modul ini telah diujicobakan di empat sekolah menengah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yaitu SMK Negeri 2, SMA Muhammadiyah 1, SMP Negeri 3, dan SMPIT Ibnu Abbas.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar