Disdikpora Bantul sebutkan serapan dana BOS untuk SMP masih rendah

id Dana BOS

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul Isdarmoko (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut serapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2019 masih rendah atau baru sekitar 38 persen dari alokasi setahun.

"Serapan kita untuk BOS (bantuan operasional sekolah) ini khususnya SMP itu sangat rendah, baru sekitar 38 persen di akhir semester satu atau bulan awal, padahal sudah menginjak triwulan tiga," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko di Bantul, Jumat (23/8).

Menurut dia, berdasarkan data total dana BOS tahun 2019 untuk seluruh SMP di Bantul sebesar Rp25,8 miliar, akan tetapi sampai dengan akhir semester pertama yang terserap baru Rp9,6 miliar atau 38 persen, sehingga masih sebesar Rp16 miliar yang belum terserap.

Dia mengatakan, ada beberapa kendala yang mempengaruhi serapan dana BOS masih rendah, yang pertama adanya regulasi yang memang berubah-ubah khususnya kaitannya dengan sistem pengadaan buku, padahal pengadaan buku itu dalam aturan maksimal bisa 20 persen.

"Kemarin ada aturan dengan sistem aplikasi ini memang banyak kendala, artinya sistemnya tidak jalan dan sebagainya. Yang kedua itu alasan teknis yaitu kepala sekolah merasa ragu-ragu, merasa takut dalam menggunakan BOS kalau nanti ada kesalahan dan sebagainya," katanya.

Dia mengatakan, karena serapan dana BOS untuk SMP yang masih rendah itu, makanya Pemkab Bantul bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul kaitannya tentang pemberian penjelasan mengenai pemanfaatan dana BOS yang sesuai aturan sehingga kepala sekolah tidak merasa takut ada kesalahan.

"Dan tadi (penjelasan teknis pengelolaan dana BOS) langsung dihadirkan Pak Kejaksaan Negeri Bantul biar bisa memberikan penjelasan, pencerahan dan juga kaitannya dengan wawasan, kaitannya dengan pelaksanaan, agar kepala sekolah tidak ragu maupun takut," katanya.

Dia mengatakan, pemkab mempunyai komitmen kaitannya dengan pengelolaan dana BOS di Bantul agar bisa terlaksana dengan baik, sehingga melalui kegiatan teknis yang dihadiri kejaksaan dan Inspektorat itu dapat mendorong optimalisasi serapan dana BOS.

"Kepedulian dari Pak Bupati luar biasa, juga kerja sama dengan Kejaksaan Negeri dan Inspektorat yang difasilitasi Pak Sekda itu harapan kita yang kemarin kurang, bisa lebih baik lagi. Dan kegiatan tadi bermula dari serapan kita untuk BOS ini khususnya SMP itu sangat rendah," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar