Harga bawang merah di Kabupaten Bantul turun

id Bawang merah

Bawang merah di pasar tradisional (Foto dokumen Antara)

Bantul (ANTARA) - Harga bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, turun pada pekan keempat Agustus ini  dibanding pekan sebelumnya menjadi rata-rata Rp20 ribu per kilogram.

"Dari hasil pantauan petugas di pasar tradisional memang  harga bawang merah turun, rata-rata harganya sebesar Rp20 ribu per kilogram," kata Kepala Seksi (Kasi) Distribusi dan Harga Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Bantul Yuhriantun Nurhandayani di Bantul, Jumat.

Menurut dia, penurunan harga bawang merah di tingkat pedagang itu sudah terjadi sejak sepekan lalu, harga bahan pokok strategis itu sebelumnya pada kisaran Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.

"Kalau harga normalnya sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram tergantung kualitas. Dari hasil informasi pedagang harga bawang merah mulai turun sejak 18 Agustus," katanya.

Penurunan harga bawang merah itu, menurutnya wajar terjadi ketika stok melimpah, bahkan terjadi setiap tahun ketika beberapa sentra bawang merah di Bantul maupun luar daerah mengalami panen raya.

"Penyebabnya karena stok bawang yang melimpah. Di Nganjuk dan Probolinggo (Jawa Timur) panen raya," katanya.

Sementara itu, petani bawang merah Dusun Ngepet, Desa Srigading, Sanden, Bantul , Rujito mengatakan, harga jual bawang petani Bantul ke pengepul saat ini sangat murah hanya sebesar Rp5 ribu per kilogram dan itu sangat merugikan para petani hortikultura itu.

"Yang dirasakan sekarang ini bukan lagi untung tapi buntung (rugi), kalau idealnya harga dari petani sekitar Rp12 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram," katanya.

Menurut dia, penurunan harga bawang merah petani di Bantul sudah dirasakan sejak hari raya Idul Adha 1440 atau pekan pertama Agustus ini, dan dari hari ke hari semakin menurun menyusul panen raya bawang merah di beberapa daerah.

"Mulai turun sejak hari raya kurban (Idul Adha) awalnya turun Rp2 ribu sampai Rp3 ribu per kilogram, terus turun sampai sekarang. Kalau penyebabnya saya kurang tahu, kemungkinan karena sekarang ini panen raya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar