Bandara YIA dan Stasiun Kedundang Yogyakarta ditinjau Menhub

id Yogyakarta Internasional Airport,Menhub,stasiun kedundang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dokumentasi Kementerian Perhubungan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk meninjau proyek Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dan Stasiun Kedundang pada Minggu (25/8).

“Peninjauan tersebut untuk memastikan pembangunan proyek tersebut berjalan sesuai rencana. Menhub Budi dijadwalkan mendarat di YIA pada pukul 15.00 WIB dan langsung melakukan peninjauan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Selain meninjau Bandara YIA, Menhub Budi melanjutkan kunjungan ke Stasiun Kedundang untuk memastikan rekonstruksi stasiun berjalan dengan baik. Pasalnya Stasiun Kedundang merupakan salah satu stasiun pemberhentian bagi kereta menuju YIA.

Sebagai informasi, Pemerintah terus menyiapkan integrasi antarmoda untuk mempermudah masyarakat menuju YIA. Hingga saat ini pembangunan proyek Kereta Api masih dalam proses, selain menggunakan kereta api masyarakat dapat menggunakan Bus Damri yang akan melayani dari Terminal Giwangan.

Pembangunan konektivitas tersebut untuk pengembangan kawasan mendukung sektor pariwisata di kota aglomerasi Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) dan memajukan perekonomian wilayah sekitar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, keberadaan Bandara YIA sangat penting sebagai upaya untuk mencapai target
jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai dua juta wisatawan pada 2020.

Menpar Arief juga menjelaskan untuk Jawa Tengah dan DIY agar mampu menyumbang dua juta wisman pada 2020 perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas.

Lalu faktor penentu keberhasilan selanjutnya, kata Menpar yaitu akses. Bandara Adisutjipto Yogyakarta sudah melebijhi kapasitas. Kapasitas hanya 1,5 juta sedangkan jumlah kunjungan enam juta atau empat kali lipat sehingga ini menjadi masalah.

“Wisatawan mancangera paling banyak mengunakan transportasi udara. Untuk itu keberadaan Yogyakarta Internasional Airport sangat penting agar target dua juta wisman bisa terealisasi. Sehingga bisa mendatangkan devisa sekitar dua miliar dolar AS beredar di Yogyakarta dan Jawa Tengah atau sekitar Rp30 triliun,” kata Menpar.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar