Pengamat: terobosan Kementan hasilkan prestasi ekspor pertanian

id kementan,ekspor pertanian

Pengamat: terobosan Kementan hasilkan prestasi ekspor pertanian

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, (paling kanan), Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr Ali Jamil (Tengah) dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Sri Paduka Paku Alam X (paling kiri) saat melepas ekspor Pertanian Unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah di Balai Karantina Pertanian Kelas II, Maguwoharjo, Depok, Sleman pada 20 Juli 2019 (Foto Dok Humas Sleman)

Kebijakan terobosan Kementan tampak antara lain menyangkut modernisasi, diversifikasi, dan cara pengelolaan cadangan pangan.
Sleman (ANTARA) - Pengamat pertanian sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Pekanbaru, Riau, Ujang Paman Ismail mengatakan bahwa  prestasi ekspor pertanian yang dicapai selama 4,5 tahun terakhir merupakan hasil dari berbagai strategi terobosan yang dikerjakan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Kebijakan terobosan Kementan tampak antara lain menyangkut modernisasi, diversifikasi, dan cara pengelolaan cadangan pangan," kata Ujang dalam siaran pers yang diterima di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk modernisasi, Kementan mampu mengubah pola bertani konvensional dengan memberikan dukungan mekanisasi pertanian serta penerapan terknologi berbasis 4.0.

"Hal begitu tentu saja akan menjaga stabilitas tujuan pertanian untuk memenuhi target kebutuhan pasar," katanya.

Baca juga: Pemkab Sleman bertekad meningkatkan ekspor Kopi Merapi

Kemudian, terkait terobosan diversifikasi, Kementan berhasil menekankan tentang pentingnya sumber protein untuk dikembangkan dan memperoleh keuntungan.

"Akhirnya kita juga mampu ekspor sayuran, buah, telur dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di pasaran dunia," katanya.

Ia mengatakan soal sistem pengelolaan cadangan pangan, Kementan berhasil membangun sinergi dengan lembaga lain untuk mengoptimalkan serapan hasil pertanian dari petani.

"Baru-baru ini, Mentan Amran Sulaiman kembali melepas ekspor produk pertanian sebanyak 10,5 ribu ton atau senilai Rp1,1 triliun. Ada 80 jenis komoditas pertanian yang berhasil diekspor," katanya.

Ujang mengatakan berdasarkan data 2013, jumlah ekspor pertanian adalah sebesar 33,5 juta ton. Kemudian pada 2016 mengalami dua kali kenaikan mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton.

Begitu juga pada 2017, ekspor produk pertanian bertambah lagi jumlahnya yakni 41,3 juta ton. Di tahun 2018, ekspor produk pertanian mampu mengukuhkan jumlah sebesar 42,5 juta ton.

Baca juga: Kementan : validasi data Simluhtan bagian strategi untuk pencegahan korupsi

"Selama peridoe 2014-2018, jumlah seluruh nilai ekspor produk pertanian Indonesia berhasil mencapai Rp1.957,5 tirliun dengan akumulasi tambahan Rp352,58 triliun," katanya.

Sementara itu pada acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah di Balai Karantina Pertanian Kelas II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada 20 Juli 2019, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengungkapkan akan berupaya meningkatkan ekspor kopi dari lereng Gunung Merapi atau yang dikenal dengan Kopi Merapi.

"Hal ini disebabkan banyaknya permintaan Kopi Merapi dari berbagai negara. Sekarang ini kami sudah ekspor Kopi Merapi itu ke Eropa (Finlandia), tapi itu masih jauh dari permintaan, masih sedikit sekali," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI Ali Jamil yang hadir menyaksikan pelepasan ekspor mengatakan setidaknya ada empat strategi akselerasi eskpor komoditas pertanian.

Pertama, peningkatan jumlah eksportir melalui generasi milenial bangsa. Kedua, diversifikasi produk atau barang setengah jadi. Ketiga, meningkatkan frekuensi pengiriman, dan terakhir membuka pasar ekspor baru.

Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian yang sekarang ini nilai ekspor komoditas pertanian naik 10 juta ton atau Rp400 triliun dibanding era sebelumnya”, kata Ali di sela acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Sri Paduka Paku Alam X itu.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar