Akibat pintu air ditutup, lima ton ikan air tawar di kolam mati

id Ikan ,Ikan mati,Budi daya ikan ,Ikan air tawar,Sleman

Akibat pintu air ditutup, lima ton ikan air tawar di kolam mati

Sekitar lima ton ikan air tawar di kolam budi daya di Dusun Baturan Kidul, Trihanggo, Gamping, Sleman mati. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Ribuan ikan air tawar seberat sekitar lima ton di kolam budi daya milik Fedrik di Dusun Baturan Kidul, Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan mati pada Rabu pagi, diduga akibat saluran air mati karena pintu air ditutup.

"Penyebab matinya ikan karena aliran air mati, kemungkinan kuat ada yang sengaja menutup pintu air yang digunakan untuk mengaliri kolam," kata Fedrik ketika ditemui di area kolam budi daya miliknya.

Menurut dia, kuat dugaan ada orang yang sengaja mematikan aliran air karena kunci pintu air itu masih ada dan terpasang. "Kalau pintu air turun dan menutup aliran karena rusak, kuncinya pasti hilang," katanya.

Ia mengatakan, meskipun menduga ada kesengajaan, namun dirinya tidak mau berspekulasi mengenai siapa pelakunya karena belum mengantongi bukti yang cukup. "Ada orang yang sengaja pasti, tetapi saya tidak tahu yang melakukan," katanya.

Fedrik mengatakan, biasanya setiap malam kolam selalu dijaga. Namun, pada saat kejadian tidak ada seorang pun yang menjaga. 'Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 01.30 WIB dini hari oleh salah seorang tetangganya yang melihat saluran air mati.

"Ada tetangga yang memberi tahu hal itu. Setelah dicek ternyata air di kolam sudah berkurang drastis. Ikan juga sudah banyak yang mulai tidak bergerak. Kalau air tidak mengalir jadinya suplai oksigen minim, ikan jadi mati," katanya.

Kejadian tersebut ditaksir membuat Fedrik mengalami kerugian hingga Rp50 juta karena ikan yang mati berjenis nila, bawal, dan koi yang usianya baru satu bulan.

"Total ikan yang mati seberat lima ton dari dua kolam berukuran sekitar 7 meter x 15 meter," katanya.

Ia mengatakan, dirinya juga tidak berniat untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dan memilih untuk membagikan ikan kepada masyarakat.

"Sementara ini tidak lapor polisi. Ini ikan saya habiskan dulu, masyarakat yang mau ambil saya silakan, bebas dan tidak usah bayar," katanya.

Kabar mengenai ikan milik Fedrik yang mati cepat tersiar sehingga sejumlah warga berbondong-bondong menuju lokasi.

Ada ratusan warga yang menyerbu lokasi sejak pagi. Rata-rata mereka membawa ikan lebih dari satu kantong plastik berukuran besar. Ada juga yang membawa ikan hingga satu karung penuh.

Salah satu warga, Nunuk (53) warga Trihanggo, membawa pulang ikan nila dan bawal sebanyak enam plastik besar dan satu karung penuh.

Menurut dia, ikan tersebut akan dibagikan kepada mahasiswa yang indekos di rumahnya. "Bisa untuk anak-anak kos, mereka pasti senang," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar