Dinas Pariwisata Kulon Progo bina 11 desa wisata

id Desa wisata,Kulon Progo,dispar

Dinas Pariwisata Kulon Progo bina 11 desa wisata

Kebun Teh Nglinggo di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo yang berkembang dengan pesat berkat semangat pelaku wisata untuk mendatangkan wisatawan. ANTARA/Sutarmi

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pembinaan terhadap 11 desa wisata di wilayah ini supaya dapat tumbuh dan berkembang, sehingga diharapkan menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi pengangguran.

Kepala Seksi Usaha dan Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Endah Supeni di Kulon Progo, Kamis, mengatakan saat ini, di Kulon Progo terdapat 11 desa wisata yang dilakukan pembinaan dan telah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata.

"Pembinaan yang dilakukan dengan melakukan pelatihan, baik peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaannya, hingga memberikan ruang untuk mempromosikan potensi desa wisata," kata Endah Supeni.

Adapun 11 desa wisata di Kulon Progo itu yakni Desa Wisata Nglinggo, Desa Wisata Sidoharjo, Desa Wisata Tinalah Purwoharjo, Desa Wisata Banjaroya, Desa Wisata Banjarasri, Desa Wisata Dekso Banjararum, Desa Wisata Purwosari, Desa Wisata Jatimulyo, Desa Wisata Sermo Hargowilis, Desa Wisata Kalibiru, dan Desa Wisata Sidorejo.

Desa seperti itu  banyak berkembang di wilayah perbukitan Menoreh, mulai dari Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Di kawasan Bukit Menoreh memiliki panorama yang cukup bagus untuk dikembangkan sebagai tempat wisata.

"Hal ini terlihat, dari 11 desa wisata, sebanyak 10 desa wisata berkembang di kawasan Bukit Menoreh," katanya.

Untuk itu, lanjut Endah, Dinas Pariwisata Kulon Progo secara intensif melakukan peningkatan kapasitas SDM pengelola, mulai dari pelatihan kuliner, pemandu wisata, pelayanan prima, hingga pengelolaan homestay. Selain itu, Dispar melakukan pendampingan dalam menyusun paket wisata, manajemen, promosi di media sosial, dan membantu dalam promosi di berbagai kesempatan.

"Tujuan dari peningkatan SDM ini, supaya mereka dapat bersaing menghadapi munculnya berbagai objek wisata baru. Selain itu, kami ingin menyiapkan SDM yang inovatif dan tangguh dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan sebanyak 11 desa wisata di Kulon Progo cukup berkembang dengan baik, bahkan ada desa wisata yang meraih penghargaan pengelolaan Community Based Tourism (CBT) tingkat nasional, yakni Desa Wisata Nglinggo.

"Tentu, kami melakukan pendampingan dan membantu mereka dalam mempromosikan desa wisata yang mereka kelola," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar