Ibu Negara sosialisasikan bahaya narkoba-hoaks di Kesatrian AAU

id Ibu negara,AAU,Narkoba

Ibu Negara sosialisasikan bahaya narkoba-hoaks di Kesatrian AAU

Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan dialog dengan Taruna Akademi TNI dan Akpol serta mahasiswa perguruan tinggi kedinasan di Gedung Sabang Merauke Kesatrian AAU Yogyakarta. Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja melakukan sosialisasi bahaya narkoba, hoaks, perundungan, dan pornografi kepada Taruna Akademi TNI dan Polri di Kesatrian Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Jumat.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan mahasiswa sekolah tinggi kedinasan yang ada di Yogyakarta.

Iriana Jokowi tiba di Gedung Sabang Merauke AAU Yogyakarta sekitar pukul 11.38 WIB didampingi Mufidah Kalla dan disambut drumband dari Karbol AAU.

Saat memasuki ruangan, Iriana Jokowi juga disuguhi atraksi kesenian dari para Taruna Akmil seperti kolaborasi band dan rampak kendang, tarian tradisional serta lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah dari Papua Sajojo.

"Saya sudah keliling Indonesia dan melihat banyak penampilan atraksi seni, tetapi di sini penampilan yang terbaik," kata Iriana.

Dalam kesempatan tersebut Iriana Jokowi dan Mufidah Kalla melakukan dialog dengan para peserta sosialisasi dan melemparkan sejumlah pertanyaan terkait narkoba dan hoaks.

Bagi lima taruna yang berhasil menjawab pertanyaan, Iriana Jokowi memberikan hadiah masing-masing satu unit laptop.

Sedangkan Mufidah Kalla juga bertanya kepada para taruna terkait aktivitas di internet akan meninggalkan jejak.

Sersan Taruna Binsar Sipayo yang mengajukan diri ke depan kemudian menjawab dengan tegas, yakni jejak digital. Kemudian ketika ditanya lagi tentang cerdas bermedia itu dengan THINK, Sersan Taruna Binsar mampu menjawab lengkap, yaitu True, Helpfull, Inspirasional, Necessary, dan Kind. Sersan Taruna Binsar pun mendapatkan hadiah laptop.

Mufidah juga mengimbau kepada para taruna agar berpikir dulu sebelum mem-"posting" sesuatu di media sosial.

"Jangan kita 'posting' hal-hal yang jelek dari diri kita," katanya.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi kedinasan juga berkesempatan mendapatkan hadiah setelah mampu menjawab pertanyaan.

Hadiah dari OASE Kabinet Kerja di antaranya berupa telepon genggam dan tumbler.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar