Disnakertrans: 800 pekerja Bantul dikirim ke luar negeri

id Disnakertrans Bantul,Pekerja formal

Disnakertrans: 800 pekerja Bantul dikirim ke luar negeri

Kepala Disnakertrans Bantul Sulistyanto (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan sekitar 800 tenaga kerja formal asal Bantul telah dikirim ke berbagai negara untuk bekerja di perusahaan - perusahaan luar negeri pada 2019.

"Sampai saat ini untuk setahun ini saja pekerja Bantul yang dikirim ke luar negeri sekitar 800 orang, dan pekerja Bantul  ternyata cukup diminati oleh perusahaan-perusahaan luar negeri," kata Kepala Disnakertrans Bantul Sulistyanto di Bantul, Selasa.

Menurut dia, ada tiga negara yang selama ini menjadi tujuan pekerja Bantul untuk bekerja secara formal di perusahaan negara itu, yaitu Malaysia, Korea Selatan, dan Taiwan. Pengiriman pekerja Bantul ke negara tersebut melalui Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta.

"Jadi konsentrasi kami ke Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Yang dikirim ke sana itu  memang mereka yang mempunyai 'skill' (keterampilan) untuk menjadi tenaga kerja formal di perusahaan," katanya.

Untuk itu, dia mengatakan, Disnakertrans terus berupaya memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan luar maupun dalam negeri dengan pekerja termasuk menginformasikan  lowongan kerja dan kebutuhan tenaga kerja melalui Job Fair atau pameran kesempatan kerja.



"Job Fair itu mempertemukan antara orang yang mencari pekerja dan orang yang mencari pekerjaan dalam suatu forum. Dan inilah sarana yang paling efektif, karena kalau selama ini orang mencari kerja harus buka website perusahaan atau dari pihak lain," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Job Fair yang diadakan Disnakertrans Bantul dengan menggandeng 30-an perusahaan baik lokal maupun luar belum lama ini merupakan sebuah proses yang cukup efektif dan efisien untuk perusahaan dan para pencari kerja.

"Target kami yang bisa terserap dari Job Fair itu sekitar 2.700 orang dari seluruh formasi yang ada sehingga dari angka yang disampaikan Pak Bupati itu penyerapan lewat tenaga kerja lewat Job Fair paling tinggi.

Dan yang ikut Job Fair tidak hanya mereka yang ingin bekerja di lokal dan nasional tetapi juga luar negeri di beberapa perusahaan. Jadi itu event yang sangat menggembirakan karena bisa mempertemukan dua pihak yang selama ini susah bertemu," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar