Bekas rumah BJ Habibie di Parepare dijadikan museum

id rumah habibie,museum habibie,habibie wafat,bj habibie,prestasi habibie

Rumah tempat BJ Habibie lahir pada 25 Juni 1939 di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ramai dikunjungi pada Kamis (12/09/2019). ANTARA/ Suriani Mappong

Parepare (ANTARA) - Bekas rumah Burhanuddin Jusuf (BJ) Habibie di daerah kelahirannya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, akan dijadikan sebagai museum untuk mengenang jasa teknokrat yang menjabat sebagai presiden ketiga Indonesia tersebut.

"Sudah dipersiapkan oleh Pemkot Parepare untuk mengabadikan dan mengenang tokoh kharismatik yang telah mengharumkan nama bangsa hingga keluar negeri itu," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Parepare AA Hamka saat meninjau bekas rumah BJ Habibie di Jalan Bau Massepe, Parepare, Kamis.

Ia mengatakan, rumah orang tua BJ Habibie, tempat Habibie lahir, sudah berpindah kepemilikan pada tahun 1960-an dan sekarang ditempati oleh pegawai BNI.

Sementara bekas kediaman Habibie di Jalan Bau Massepe, Parepare, kini dihuni oleh keluarga besar pejuang kemerdekaan H Usman Palo.

Masih ada tempat tidur berbahan besi lengkap dengan kelambunya di ruangan yang dulu merupakan kamar tidur Habibie di rumah itu. Di dalamnya juga ada dua lemari antik milik keluarga Habibie. 

"Ketika dijual ke keluarga H Usman Balo, rumah dan isinya dijual sama-sama dan semuanya barang itu masih asli sampai saat ini," kata Hamka.
 
Pelaksana Tugas Kadipora dan Pariwisata Parepare AA Hamka disela kehadirannya di eks rumah BJ Habibie di Jalan Bau Massepe, Parepare, Kamis(12/9/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong



Sementara di bekas rumah orang tua Habibie, ada pelat aluminium mengkilap dengan tulisan "Jaga, Lindungi Lestarikan".

Tulisan "Status: bangunan cagar budaya Nomor 20/TP-CB-PRE/2016" juga ada di rumah bercat oranye dengan halaman cukup luas itu. Pohon-pohon buah tumbuh di halaman rumah dengan pagar besi model tahun 1960-1970 tersebut.

Di samping gerbang rumah, ada pos jaga dengan seorang petugas keamanan di dalamnya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar