Tagana ikut memadamkan kebakaran hutan

id Karhutla,Tagana,pemadaman karhutla,kabut asap

Tagana ikut memadamkan kebakaran hutan

Tagana ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan (ANTARA/HO-Kemensos)

Jakarta (ANTARA) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial ikut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah bersama TNI, Polri, elemen masyarakat serta relawan lainnya.

"Selain ikut memadamkan, Tagana juga membagikan masker untuk warga," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Harry menjelaskan, Tagana sudah turun untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan sejak 21 Juli 2019 di Kalimantan Tengah.



Tagana di bawah Dinas Sosial daerah setempat yang mengalami kebakaran juga membuka dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan logistik para relawan dan pihak lainnya yang melakukan upaya pemadaman karhutla.

Contoh lainnya ketika si jago merah menghanguskan hutan pinus di Gunung Slamet beberapa waktu lalu, Tagana Kabupaten Purbalingga bersama TNI, kepolisian dan relawan lainnya ikut memadamkan.

Menurut Harry upaya pemadaman api dilakukan dengan cara manual. Menggunakan cangkul, arit dan lainnya guna memangkas ranting-ranting pohon yang terbakar supaya tidak merambat serta membuat isolasi area terbakar.



Begitu pula saat terjadinya kebakaran hutan pinus di Gunung Merbabu, Tagana setempat ikut aktif dalam upaya pemadaman meski dengan cara manual karena lokasi yang sulit dijangkau serta tidak tersedianya air.

Di wilayah yang terdampak kabut asap karhutla seperti Pekanbaru dan Dumai, Tagana juga membagikan masker untuk warga.

Seperti diketahui, sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan dilanda kabut asap karena karhutla. Bahkan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), titik panas (hotspot) juga terpantau di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak.

Hasil pemantauan kualitas udara di wilayah karhutla yang dilakukan BMKG titik pemantauan partikel pencemar udara ukuran 10 mikron (PM10) di wilayah Pekanbaru, Sumatera dalam kategori berbahaya yang menyentuh angka hingga mencapai 404,71 µg/m3 pada pukul 12.00 WIB.

Sementara di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat dikategorikan dalam kondisi sedang dengan besaran konsentrasi 95,89 µg/m3 pada saat yang sama.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar