Rossi tak mampu raih podium di Misano

id valentino rossi,maverick vinales,motogp,gp san marino

Rossi tak mampu raih podium di Misano

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di balapan GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu. (15/9/2019) Reuters/Rafael Marrodan

Jakarta (ANTARA) - Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) mengakui tak memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk bisa kompetitif di balapan GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu.

Di kampung halamannya itu, The Doctor harus puas melewatkan podium setelah hanya mampu finis keempat, untuk ketiga kalinya secara beruntun musim ini.

Rekor tiga kali kemenangan di Misano milik Rossi pun disamai oleh Marc Marquez (Repsol Honda) yang menjadi juara hari itu.

Sementara pebalap tim independen Yamaha Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Maverick Viñales, rekan satu tim Rossi, melengkapi podium balapan seri ke-13 musim ini.

"Aku ingin berjuang untuk podium tapi aku tak memiliki kecepatan karena kalian tahu naik podium di depan semua pendukung di Misano itu selalu luar biasa," kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Rossi finis 12,660 detik di belakang Marquez dan sekitar 11 detik dari Viñales.

"Tapi balapan ini kurang lebih seperti yang kami harapkan karena selama sesi latihan, tiga pebalap teratas selalu lebih cepat dari kami," kata Rossi yang start dari P7 untuk kedua kali secara beruntun di Misano itu.

"Kami mencoba melakukan perbaikan di sejumlah area tapi kami tak mampu membuat kemajuan akhirnya kami finis keempat."

Sementara itu, Viñales gagal mengonversi pole position yang ia raih untuk merebut trofi juara di Misano setelah berkutat dengan masalah daya cengkeram ban di awal lomba.

Setelah Misano, seri ke-14 akan digelar di Aragon, Spanyol, yang mana Rossi mengatakan itu adalah trek yang sulit. Yamaha gagal naik podium di dua tahun terakhir di sana.

"Kami selalu kewalahan. Tapi kami tiba dengan sejumlah hasil balapan yang bagus jadi kami masih perlu berbenah dan berharap bisa lebih kompetitif dari yang telah lalu," kata Rossi.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar