Wabub Sleman : UMKM berperan penting bagi laju perekonomian daerah

id Wabup Sleman,Umkm,Anyaman bambu,Disperindag Sleman,Sleman

Wabub Sleman : UMKM berperan penting bagi laju perekonomian daerah

Wabup Sleman Sri Muslimatun meninjau industri anyaman bambu di Dusun Pakelan, Desa Sendangmulyo, Minggir. Foto Antara/ HO/ Humas Sleman.

Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Muslimatun menyebutkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peran yang sangat penting bagi laju perekonomian daerah.

"Keberadaan UMKM juga memiliki hubungan yang positif dalam mengurangi kemiskinan serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sleman," kata Sri Muslimatun saat mengukuhkan sentra industri anyaman bambu di Dusun Pakelan, Sendangmulyo, Minggir, Senin.

Menurut dia, jumlah UMKM di Kabupaten Sleman saat ini ada kurang lebih 37.000 UMKM.

"Jumlah yang besar ini jika tidak didukung dengan pengelolaan yang baik, tentu tidak akan memberikan dukungan terhadap kemajuan ekonomi daerah," katanya.

Ia mengimbau para pelaku industri anyaman bambu untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi.

"Di era modern seperti saat ini teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat pemasaran yang efisien," katanya.

Sri Muslimatun mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi pelaku usaha dapat lebih mudah memasarkan produknya serta melakukan transaksi dengan konsumen.

"Selain itu saya harap pelaku UMKM di Kabupaten Sleman mulai mengenal dan menerapkan aplikasi pembayaran digital," katanya.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan kegiatan membuat kerajinan bambu merupakan rutinitas warga Desa Sendangmulyo yang dilakukan secara turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu.

"Hingga saat ini ada sekitar 258 pengrajin bambu yang ada di Desa Sendangmulyo," katanya.

Ia mengatakan, setelah pengukuhan ini pihaknya akan memberikan pendampingan, diantaranya terkait pengembangan desain kerajinan bambu.

"Karena jika desain kerajinan lebih variatif, kaum milenial atau generasi ketiga dari pelaku usaha ini akan tertarik untuk melanjutkannya," katanya.

Menurut dia, saat ini produk kerajinan bambu di Desa Sendangmulyo terdiri dari barang-barang keperluan sehari-hari, seperti tampah, tumbu, topi caping, besek, kandang ayam, dan lainnya.

"Beberapa warga menjadikan usaha kerajinan bambu ini sebagai pekerjaan sampingan, dan biasanya dilakukan saat malam hari," katanya.

Sedangkan, untuk penjualannya, warga mengaku sudah ada pelanggan tetap yang akan mengambil barang tersebut untuk kemudian dijual lagi.

Sebelumnya Wakil Bupati Sleman juga mengukuhkan sentra industri anyaman bambu di Dusun Sorominten, Desa Sendangarum, Kecamatan Minggir pada Kamis (12/9).
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar