Pelatih Bima Sakti poles penyelesaian akhir jelang lawan Mariana Utara

id Bima Sakti,Indonesia U-16,kualifikasi Piala Asia U-16

Pelatih Bima Sakti poles penyelesaian akhir jelang lawan Mariana Utara

Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti menjawab pertanyaan para pewarta setelah memimpin latihan di Lapangan A Senayan, Jakarta, Selasa. (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti ingin anak-anak asuhnya lebih mampu memaksimalkan peluang mencetak gol pada pertandingan kedua Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 melawan Kepulauan Mariana Utara.

"Yang pasti penyelesaian akhir. Makanya tadi ada sesi shooting, karena kemarin kita punya beberapa peluang (saat melawan Filipina) tapi tidak kita maksimalkan," kata Bima setelah memimpin latihan tim di Senayan, Jakarta, Selasa.



Bima mengingatkan bahwa produktivitas gol menjadi sangat penting, sebab pada turnamen sebelumnya yang diikuti Garuda Muda, Boys Elite Football 2019, anak-anak asuhnya gagal menjadi juara karena kalah jumlah gol dengan Korea Selatan.

Bima menambahkan bahwa ia akan melakukan beberapa rotasi pemain dalam pertandingan melawan Kepulauan Mariana Utara, karena waktu istirahat yang pendek.

Meski menginginkan pasukan Indonesia dapat produktif, pelatih kelahiran Balikpapan ini tidak ingin membebani para pemain untuk dapat pesta gol ke gawang Kepulauan Mariana Utara.

Bagi Bima, hal yang lebih penting untuk pertandingan besok adalah para pemain dapat menampilkan skema permainan yang direncanakan, sabar, dan tetap fokus selama 90 menit.

Indonesia membuka penampilannya di Grup G dengan kemenangan 4-0 atas Filipina pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Laga kedua fase grup melawan Kepulauan Mariana Utara pada Rabu.

Dari dua pertandingan yang telah dimainkan, Kepulauan Mariana Utara menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya. Mereka takluk 0-7 dari Filipina pada pertandingan pertama, dan menyerah 0-5 dari Brunei pada laga kedua.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar