FPHPD: pembangunan perlu miliki perspektif disabilitas

id disabilitas

FPHPD: pembangunan perlu miliki perspektif disabilitas

Para peserta seminar "Draf Rencana Aksi Daerah Sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Disabilitas Tingkat Kabupaten DIY" (HO-FPHPD)

Yogyakarta (ANTARA) - Semua dokumen perencanaan pembangunan yang berujung pada pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan perlu memiliki perspektif disabilitas, kata anggota Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHPD) Ahmad Ma'ruf.

"Hal itu terlihat dari desain program yang melibatkan komunitas rentan termasuk difabel, bentuk program sesuai kebutuhan dan permasalahan difabel, dan implementasinya secara nyata memberikan kuota tertentu pada penyandang disabilitas," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Pada seminar "Draf Rencana Aksi Daerah Sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Disabilitas Tingkat Kabupaten DIY", Ma'ruf mengatakan tujuan pembangunan berkelanjutan SDG's ditargetkan pada 2030 dapat tercapai di Indonesia.

"Perwujudan SDG's sudah seharusnya menjadi prioritas bagi pemerintah kabupaten/kota di DIY, dan semestinya dikomitmenkan sebagai agenda pembangunan inklusif," katanya.
 
Menurut dia, keterbatasan sumberdaya dan kompleksitas permasalahan setiap daerah yang berbeda-beda perlu disikapi dengan penyusunan alur program dan kegiatan yang sistematis dalam dokumen rencana aksi.

Meskipun prinsip dasar pembangunan bersifat inklusif, namun ketika tidak ada penekanan yang tekstual terkadang dalam pelaksanaan pencapaian SDG's menganaktirikan para penyandang disabilitas.

Oleh karena itu, pada seminar ini disampaikan rumusan program dan kegiatan untuk pencapaian tujuan penghapusan kemiskinan termasuk sasaran penyandang disabilitas, pendidikan inklusi berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang ramah difabel, dan ketenagakerjaan yang menyerap penyandang disabilitas.

"Dokumen tersebut disampaikan pada Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Sleman, dan Kulon Progo," kata Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.

Seminar yang dihadiri puluhan penyandang disabilitas itu digelar oleh Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHPD), yang diinisiasi oleh CIQAL, MPM PP Muhammadiyah, dan ILAI.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar