Dishub Yogyakarta: masih terjadi pelanggaran marka biku-biku

id marka biku-biku, larangan, parkir,pelanggaran

Dishub Yogyakarta: masih terjadi pelanggaran marka biku-biku

Marka biku-biku di salah satu ruas jalan di Kota Yogyakarta yang menandakan sebagai larangan parkir di lokasi tersebut (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menyebut masih kerap terjadi pelanggaran marka biku-biku di sejumlah ruas jalan, sehingga jalan yang seharusnya steril dari parkir tepi jalan tetap digunakan sebagai tempat parkir.

“Ketertiban masyarakat terhadap rambu dan marka jalan memang masih harus ditingkatkan. Salah satunya sosialisasi mengenai marka biku-biku karena dimungkinkan belum semua pengguna jalan tahu artinya,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, petugas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta yang melakukan patroli terhadap pelanggaran rambu dan marka pasti akan sekaligus memberikan sosialisasi ke masyarakat dan pengguna jalan mengenai arti rambu dan marka.

Selain sosialisasi, lanjut dia, tindakan tegas kepada pelanggar rambu dan marka juga diberikan terutama jika di ruas jalan tertentu yang sudah diberi marka biku-biku masih kerap terjadi pelanggaran.

Tindakan tegas dilakukan dengan menempelkan stiker yang bertuliskan bahwa kendaraan tersebut melanggar marka jalan dengan parkir sembarangan atau bahkan dengan penggembosan ban.

“Patroli hingga tindakan tegas ini terus kami lakukan setiap hari. Tidak akan pernah bosan. Apalagi, Yogyakarta baru saja menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan,” kata Golkari.

Ia menambahkan, ada beberapa ruas jalan yang masih kerap terjadi pelanggaran parkir di marka biku-biku yaitu di Jalan Pasar Kembang dan di Jalan Cik Di Tiro meskipun tanda larangan parkir pun sudah dipasang di lokasi tersebut.

Menurut Golkari, pelanggaran marka biku-biku di Jalan Pasar Kembang biasanya terjadi saat sore hari, sedangkan pelanggaran parkir di Jalan Cik Di Tiro biasanya terjadi saat siang dan sore hari.

“Untuk di Jalan Cik Di Tiro biasanya terjadi di sekitar RS Panti Rapih. Padahal, pihak rumah sakit pun sudah memberikan fasilitas lahan parkir tetapi masyarakat tetap memarkirkan kendaraannya di tepi jalan di marka biku-biku,” katanya.

Golkari mengatakan, pemberian marka biku-biku di sejumlah ruas jalan tidak dilakukan secara sembarangan tetapi berdasarkan kajian agar lalu lintas di ruas jalan tersebut menjadi lancar. “Jika ruas jalan tersebut digunakan sebagai parkir tepi jalan umum, tentu akan menyebabkan kemacetan. Oleh karenanya, diberi marka biku-biku agar tidak ada yang parkir dan lalu lintas lancar,” katanya.

Selain di Jalan Pasar Kembang dan Jalan Cik Di Tiro, marka biku-biku juga ada di Jalan Kenari, Jalan Veteran, dan Jalan Sudirman. “Di beberapa ruas seperti Jalan Malioboro atau Jalan Suroto memang tidak perlu marka. Tetapi kami sudah memberikan rambu larangan parkir di sepanjang jalan,” katanya.

Meskipun demikian, tahun ini belum ada penambahan marka biku-biku. “Untuk marka yang akan diperbaiki adalah marka ruang tunggu sepeda di sejumlah simpang karena catnya sudah banyak yang mulai pudar,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar