Bupati Sleman harapkan ada kreatifitas dan inovasi olahan pangan

id Bupati Sleman,Hari pangan se dunia,Pertanian ,Olahan pangan

Bupati Sleman harapkan ada kreatifitas dan inovasi olahan pangan

Bupati Sleman Sri Purnomo menerima olahan pangan saat peringatan Hari Pangan se Dunia tingkat Kabupaten Sleman. Foto Antara/ HO/Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo mengharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dan inovatif dalam membuat olahan pangan agar pemanfaatan pangan lokal dapat berkelanjutan.

"Masyarakat diharapkan dapat kreatif dan inovatif dalam mengolah pangan lokal agar lebih menarik, bercitarasa tinggi, dan bernilai gizi, tetapi nilai komersialnya juga menjadi perhatian, sehingga ada nilai ekonomi yang diperoleh," kata Sri Purnomo pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke 39 di halaman Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rabu.

Menurut dia, hal ini sejalan dengan dengan Revolusi Industri 4.0 yang bertujuan untuk meningkatkan pertanian modern guna mendorong percepatan penganekaragaman pangan, oleh karena itu perlu dilakukan secara fokus baik di sisi hulu maupun hilir.

"Dengan pemanfataan perkembangan teknologi pertanian dan pangan, sangat di perlukan dorongan dengan berbagai kegiatan untuk guna meningkatkan motivasi konsumsi pangan lokalm," katanya.

Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani komitmen bersama antara Gapoktan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat dengan toko bejejaring salah satunya, Mirota Kampus Grup.

Penandatanganan ini adalah untuk memperluas jaringan peredaran beras dengan brand "Beras Sleman" sehingga nantinya konsumen dapat dengan mudah memperoleh produk "Beras Sleman".

Bupati mengungkapkan, lahan pertanian di Sleman sangat produktif sehingga Kabupaten Sleman memiliki surplus beras di tahun 2018 mencapai 78.129 ton.

"Maka daripada itu, untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman Dinas Pertanian, Perikanan dan Perikanan meluncurkan program "Beras Sleman" dengan harapan untuk dapat meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai salah satu indikator kesejahteraan para petani," katanya.

Ia mengatakan, tema "Teknologi industri pangan pertaniaan dan perikanan mendukung lumbung pangan nasional dimaksudkan sebagai momentum dalam optimalisasi penggunaan teknologi pertanian, pangan dan perikanan untuk peningkatan ketersedian pangan yang lebih bermutu, gizi, aman dan lestari mulai dari hulu dan hilir.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 18 hingga 20 September 2019 tersebut memamerkan berbagai stand binaan Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan dari berbagai produk Pertanian maupun produk olahan yang mereka miliki.

Selain itu juga digelar Aneka Lomba Olahan Pangan dari berbahan fasar Garut, lomba memasak daging ayam Jawa Super, lomba olahan berbahan dasar cabai, lomba olahan berbahan dasar ikan.

Kagiatan tersebut diikuti oleh tiap Kecamatan di Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar