20 peserta DSC|X lolos Regional Selection di Surabaya dan Yogyakarta

id diplomat success challenge,wismilak foundation

20 peserta DSC|X lolos Regional Selection di Surabaya dan Yogyakarta

Para peserta kompetisi kewirausahaan DSC|X ke-10 tahun 2019 yang digagas oleh Wismilak Foundation (ANTARA/HO-DSC|X)

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 20 peserta kompetisi kewirausahaan DSC|X ke-10 tahun 2019 yang digagas oleh Wismilak Foundation dinyatakan lolos Regional Selection di Surabaya pada 14 September 2019 dan Yogyakarta pada 17 September 2019.

Dewan Juri Diplomat Success Challenge (DSC|X) telah memilih masing-masing 10 peserta yang lolos seleksi di Surabaya dan Yogyakarta tersebut.

Sebanyak 10 peserta yang lolos Regional Selection di Surabaya adalah Tama Lobster, REXIC, PARERA, Kirinyuh Center, Digital Lontar Nusantara, Weedo.id, IniTempe, Kuy.id, Apel Celup, dan Letsplay.id.

Sedangkan 10 peserta yang lolos Regional Selection di Yogyakarta adalah Sweet Sundae, LaRisso, SPD Speedometer, Kerang Sang Raja, Astrobike, Hollicious, Bear Wang Apparel, Tekat Indonesia, Beehive Agriculture, dan Asdosku.

Menurut Andina Paramitha selaku juri DSC|X untuk Regional Selection Surabaya, semua proposal peserta tergolong bagus. Mereka sangat antusias dengan menjelaskan ide-idenya secara detail mulai dari suatu problem beserta solusinya hanya dengan waktu 5 menit.

Menurut Andina yang juga CEO Ngalup.co (Coworking Space), proposal Tama Lobster dan REXIC sangat menarik.

Tama Lobster ingin mengembangkan satu lahan besar untuk lebih banyak membudidayakan lobster karena tingginya permintaan, salah satunya dari Tiongkok. Mereka juga bermitra dengan beberapa pembudidaya lobster lainnya.

Sementara, REXIC mengumpulkan sampah-sampah organik dari hotel, rumah makan, dan lain-lain untuk diolah dan ditata secara vertikal, sehingga menghasilkan ulat. "Ulat-ulat tersebut dibudidayakan sebagai pangan ikan lele," katanya.

Secara terpisah, Agra Locita selaku juri DSC|X untuk Regional Selection Yogyakarta mengatakan, acaranya seru dan menarik karena peserta antusias menunggu sampai pengumuman 10 peserta terbaik.

Menurut Agra yang sehari-hari bekerja sebagai manajer Dagadu Djokdja, salah satu peserta yang menarik dari 10 peserta terbaik adalah SPD Speedometer, karena belum banyak yang membuat dan mereka sudah punya teknologinya. "Punya prospek untuk bisa di-follow up oleh Astra," kata  dia.

Agung Nugroho yang juga juri DSC|X untuk Regional Selection Yogyakarta menambahkan, DSC tahun ini sangat menarik karena peserta yang berpartisipasi memiliki ide-ide yang luar biasa.

Salah satunya Astrobike, mereka dapat membuat sepeda listrik berbasis smartphone dan dapat mengubah sepeda konvensional menjadi sepeda listrik melalui astrobike kits yang kedepannya tidak hanya dapat digunakan untuk sepeda saja.

Selain itu, menurut dia, Asdosku juga menarik. Asdosku merupakan aplikasi untuk para dosen mencari asisten, baik dari dalam maupun luar kampus.

"Karena DSC sudah terselenggara selama 10 tahun, jadi mereka yang mengikuti cerita DSC sebelumnya mulai berani membuat ide yang menurut orang lain tidak masuk akal, namun mereka membuat jadi masuk akal," kata Agung yang juga CEO Ultra Indonesia.

Sementara itu, untuk selanjutnya, DSC|X akan menggelar Regional Selection di Semarang pada 21 September 2019, Jakarta pada 26 September 2019, dan Bandung pada 1 Oktober 2019.

Setelah itu, 100 proposal terbaik akan kembali diuji di babak National Selection di Jakarta dan Surabaya pada awal hingga pertengahan Oktober 2019. Sebanyak 20 finalis yang dihasilkan dari babak tersebut berhak maju dan mempersiapkan dirinya di ajang Incubation Session.

Incubation Session adalah fase pembekalan pengetahuan dan pendalaman kepada peserta yang lolos National Selection. Sesuai rencana, Incubation Session akan berlangsung di Jakarta pada akhir Oktober 2019, sebelum tampil di Final Day yang akan digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 16-17 November 2019.

Ajang DSC|X yang penyelenggaraannya berkolaborasi dengan Coworking Indonesia sebagai strategic partner ini memberikan edukasi, bimbingan dan pendampingan, serta kesempatan untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama peserta.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar