Penyerapan beras Bulog tidak capai target

id beras Bulog,Bulog,Budi Waseso

Penyerapan beras Bulog tidak capai target

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) di sela kegiatan peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat. (Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan realisasi penyerapan beras petani hingga akhir tahun tidak akan mencapai target penugasan sebanyak 1,8 juta ton.

Hingga saat ini, Bulog baru melakukan realisasi penyerapan beras sekitar 1,1 juta ton dan kemampuan Bulog untuk menambah stok hanya sekitar 200.000-300.000 ton hingga akhir tahun, sehingga total realisasi hanya sebesar 1,3 juta sampai 1,4 juta ton.

"Tidak dapat (terealisasi). Karena musim panennya sudah lewat, kenapa lewat ya bukan kesalahan siapa-siapa. Pada saat itu Bulog tidak bisa maksimal menyerap karena tidak ada jaminan bahwa Bulog bisa menyalurkan," kata Budi Waseso di sela peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat.

Budi Waseso yang kerap dipanggil Buwas mengakui bahwa Bulog tidak bisa maksimal melakukan penyerapan beras ketika musim panen. Hal itu karena BUMN sektor pangan tersebut tidak mendapatkan kepastian atau jaminan penyaluran beras.

Dalam menyerap beras petani, tentunya Bulog membutuhkan dana pinjaman untuk biaya penyimpanan. Di sisi lain, kualitas beras setiap pekan mengalami penurunan.

Hingga September 2019, Perum Bulog masih memiliki utang atau pinjaman yang harus diselesaikan sebesar Rp28 triliun untuk pengadaan sejumlah komoditas, termasuk beras.

"Kalau tidak bisa disalurkan, ini kan bebannya ada di Bulog. Dana yang dipakai untuk Bulog itu pinjaman, komersial. Sedangkan ini yang kita simpan adalah pangan, ada batas waktunya," kata dia.

Buwas menambahkan saat ini Bulog memiliki stok 2,5 juta ton setara beras, terdiri dari penyaluran harian berkisar 4.000 ton per hari, khusus untuk Operasi Pasar (OP).

Meski target serapan beras tidak mencapai target, Bulog memastikan stok yang ada saat ini masih aman untuk mencukupi di tengah kondisi kemarau, setidaknya sampai akhir tahun. Sesuai penugasan, stok beras yang harus tersedia pada akhir tahun sebesar 1,5 juta ton, atau melebihi stok Bulog saat ini.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar