Pemkab Sleman awasi distribusi elpiji bersubsidi

id Elpiji bersubsidi,Pemkab Sleman,Sleman,Pertamina

Pemkab Sleman awasi distribusi elpiji bersubsidi

Pemkab Sleman bersama Pertamina gencar melakukan sidak penyalahgunaan elpiji bersubsidi. Foto Antara/ HO/ Humas Sleman.

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya terus melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji bersubsidi di wilayah setempat untuk memastikan agar tepat sasaran.

"Kami bekerja sama dengan Pertamina untuk melakukan pengawasan distribusi elipiji bersubsidi, termasuk melakukan penindakan," kata Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emmy Retnosasi di Sleman, Minggu.

Menurut dia, penindakan tersebut ditujukan bagi yang terbukti melanggar aturan penggunaan elpiji bersubsidi, baik dalam penyalahgunaan maupun penindakan bagi agen atau pangkalan nakal yang mengakibatkan distribusi elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran.

"Selain itu kami juga melakukan inspeksi mendadk (sidak) yang menyasar pelaku-pelaku usaha beromzet besar yang menggunakan elpiji bersubsidi," katanya.

Ia mengatakan, bagi pelaku usaha besar yang diketahui menggunakan elpiji bersubsidi maka tabung gas akan disita.

"Seluruh tabung gas elpiji bersubsidi yang telah diamankan dalam sidak tersebut, dilakukan penukaran yaitu setiap dua tabung elpiji bersusidi ditukar dengan satu tabung 5,5 kg nonsubsidi (bright gas)," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta belum lama ini kembali melakukan sidak terhadap penyalahgunaan elpiji bersubsidi

Sidak dilakukan di sepanjang Jalan Kaliurang dengan menyasar pada usaha rumah makan yang tidak termasuk dalam kategori usaha mikro atau sudah memakai modal yang besar.

Dalam sidak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta tersebut, berhasil diamankan sebanyak 80 tabung elpiji bersubidi (3 kilogram) dari lima rumah makan di sepanjang Jalan Kaliurang.

Sales Executive LPG VI Pertamina Cabang Yogyakarta Ali Akbar Felayati mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan elpiji bersubdi.

"Ini sudah menjadi program rutin Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya masyarakat itu tau bahwa gas 3 kilogram itu digunakan untuk siapa karena ada yang berhak dan tidak berhak menggunakan gas elpiji bersubsidi," katanya.

Menurut dia pemanfaatan elpiji bersusidi tersebut diperuntukan bagi masyarakat dalam kategori tidak mampu (miskin) serta bagi usaha mikro.

"Dengan adanya penyalahgunaan pemanfaatan elpiji bersubsidi oleh beberapa usaha rumah makan kategori nonmikro, dapat mengurangi alokasi yang disediakan Pemkab Sleman bagi Pertamina. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar