Pemkab Sleman mengukuhkan satu lagi desa tangguh bencana

id Sleman,Bencana,Destana,Wabup Sleman

Pemkab Sleman mengukuhkan satu lagi desa tangguh bencana

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengukuhkan tim Destana Desa Selomartani. Foto Antara/ HO/ Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali kukuhkan desa tangguh bencana (Destana), kali ini, pengukuhan dilakukan kepada Desa Selomartani Kecamatan Kalasan di Lapangan Desa Selomartani, Senin.

Pengukuhan ditandai dengan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 30 orang anggota tim Desatana Desa Selomartani yang diserahkan langsung Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Pengukuhan Desa Selomartani sebagai Desa Tangguh Bencana ini diawali dengan pelaksanaan gladi lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bersama dengan tim Desa Tangguh Bencana dan sejumlah masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta warga masyarakat khususnya, kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga sebagai sarana meningkatkan kerja sama antara para pemangku kepentingan dalam penanggalan risiko bencana (PRB), pihak pemerintah daerah, warga sekolah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok lainya.

"Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sebanyak 53 desa sebagai destana yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Sedangkan pada 2019 ini, BPBD Sleman mentargetkan pengukuhan Destana sebanyak 55 Desa.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan bahwa dalam menyikapi kejadian bencana, pada saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya bertindak responsif, akan tetapi juga mengupayakan tindakan preventif yaitu pengelolaan risiko bencana.

"Antisipasi dini dalam bentuk gerakan penanggulangan bencana menjadi arti penting bagi kita," katanya.

Sri Muslimatun menilai, perencanaan yang matang dan sistematis perlu diimbangi dengan sistem yang integral dan strategi yang tepat waktu agar implementasi gladi lapang yang dilakukan tim tim destana ini dapat melahirkan output yang optimal.*
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar