Disnakertrans Bantul mengharapkan lelang padat karya segera diselesaikan

id Padat karya Bantul

Disnakertrans Bantul mengharapkan lelang padat karya segera diselesaikan

Kepala Disnakertrans Bantul Sulistyanto. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan lelang kegiatan padat karya tahun 2019 di unit layanan pengadaan setempat segera diselesaikan dan ditentukan pemenangnya.

"Kalau saya berharap segera ada pemenangnya untuk kegiatan padat karya, ULP (unit layanan pengadaan) juga bekerja sesuai prosedur, sementara saya nunggu dari ULP dulu," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Sulistyanto di Bantul, Senin.

Menurut dia, kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2019 untuk sebanyak 193 kelompok masyarakat di seluruh Bantul diakui hingga sekarang belum terlaksana. Hal itu dikarenakan gagal lelang hingga tiga kali untuk menentukan pemenang sebagai pelaksana kegiatan.

"Ini memang baru pertama gagal lelang sebanyak itu. Makanya saya berharap lelang keempat nanti segera ada pemenangnya, sehingga masih cukup waktu untuk pelaksanaan kegiatan padat karya sampai selesai," katanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Supriyono menyayangkan belum jelasnya kegiatan padat karya 2019. Ia menduga adanya intervensi nonteknis dalam proses lelang padat karya karena sampai gagal tiga kali.

Padahal, menurut dia, pada pertengahan Desember 2019 seluruh laporan keuangan kegiatan tersebut harus sudah selesai, sehingga pemerintah daerah hanya punya waktu kurang dari tiga bulan untuk menyelesaikan lelang yang belum selesai.

"Sosialisasi padat karya sudah dilakukan ke masyarakat sejak Maret, namun kenapa sampai sekarang belum jelas, kalau gagal lelang satu kali itu wajar, namun kalau sampai tiga kali bukan teknis lagi, namun nonteknis, kalau tidak ada unsur intervensi kenapa gagal lelang sampai tiga kali," katanya.

Politisi Partai Bulan Bintang ini mengatakan bahwa ULP Pemkab Bantul semestinya melakukan evaluasi ketika gagal lelang pertama dan kedua, sehingga tidak terjadi lagi kegagalan pada lelang berikutnya. Karena itu pihaknya mendesak segara dilakukan lelang dan segera ditentukan pemenangnya.

"Kalau sampai padat karya ini tidak bisa dilakukan, maka namanya pembohongan masyarakat, karena sudah sosialisasi sejak Maret. Apalagi ada 193 kelompok masyarakat yang setiap kelompok terdiri atas sebanyak 30 orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar