Kejari Sleman menahan Kades Banyurejo tersangka korupsi dana desa

id Korupsi dana desa,Dana desa ,Kejari Sleman,Sleman,Kades Jatirejo,Jatirejo

Kejari Sleman menahan Kades Banyurejo tersangka korupsi dana desa

Ilustrasi - Terpidana korupsi dalam penjara (Atadikengadonara)

Sleman (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan penahanan terhadap Kepala Desa (Kades) Banyurejo, Sleman, Ruswantara usai diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi dana desa, Selasa.

Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Surya Irawan mengatakan, Kades Banyurejo Ruswantara diduga melakukan korupsi dana desa Banyurejo tahun anggaran 2015 dan 2016.

"Dalam waktu dekat, perkara ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, tersangka telah diperiksa sebanyak dua kali. Setelah menjalani pemeriksaan yang terakhir hari ini tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Wirogunan Yogyakarta.

"Mulai hari ini langsung ditahan di Lapas Wirogunan. Jika selama 20 hari penahanan dirasa masih kurang, maka kami akan memperpanjang masa tahanan," katanya.

Bambang mengatakan, alasan dilakukan penahanan ini di antaranya agar tersangka tidak mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.

"Selain itu juga untuk mengantisipasi agar tidak melarikan diri," katanya.

Ia mengatakan, tersangka diduga melakukan korupsi dana desa Banyurejo tahun anggaran 2015 dan 2016. Berdasarkan hasil penghitungan dari Inspektorat Pemkab Sleman pada saat penyidikan, kerugian negara sekitar Rp633 juta.

"Tersangka ini tidak bisa mempertanggungjawabkan dana desa selama dua tahun," katanya.

Bersamaan dengan penahanan tersangka ini, kata dia, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Yogyakarta.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 Jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya.

"Saat ini kami baru menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut," katanya.

Ia mengatakan, penetapan tersangka terhadap Kades Banyurejo berdasarkan lima alat bukti yang ditemukan. Kemudian pada 22 Juli 2019, kades tersebut resmi dijadikan tersangka.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar