Petani Gunung Kidul panen bawang merah

id Panen bawang merah,Gunung Kidul

Petani Gunung Kidul panen bawang merah

Petani bawang merah di Kabupaten Gunung Kidul mulai panen bawang merah. Namuh, harga bawang merah anjilok. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Petani di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memanen bawang merah dengan produktivitas mencapai 17 ton per hektare.

Seorang petani bawang di wilayah Desa Putat, Kecamatan Patuk, Suyatno di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan hasil panen bawang merah di penghujung musim kemarau tahun ini cukup bagus.

"Sebenarnya di Desa Putat, Kecamatan Patuk, bukan sentra bawang merah, tetapi saya akan kembali mencoba pada musim hujan kedua nanti. Hasilnya menjanjikan dibandingkan menanam komoditas lain," kata Suyatno.

Ia mengatakan tingginya produktivitas tanaman bawang merah ini tidak diimbangi dengan harga yang bagus. Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani anjlok.

"Hasil panen saya simpan untuk dijual setelah musim panen. Sisanya kami bagi-bagikan kepada tetangga kanan kiri agar semua bisa menikmati,” kata Suyatno.

Sementara itu. Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Gunung Kidul Budi Sudanto mengatakan total lahan bawang merah di wilayahnya mencapai ratusan hektare, yang terbagi dalam dua kriteria, yakni lahan program pemerintah dan lahan swadaya.

Lahan program pemerintah tersebar di sejumlah wilayah kecamatan seperti Playen, Wonosari, dan Saptosari.

“Program pemerintah luasnya sekitar 25 hektare dengan rata-rata hasil produksi 17 ton per hektare,” kata Sudanto.

Ia mengakui saat ini, harga bawang merah di tingkat petani anjlok. Harga bawang merah di tingkat petani bervariasi, namun pada lahan program pemerintah pada kisaran Rp12 ribu sampai dengan Rp14 ribu per kilogram.

"Anjloknya harga bawang merah pemicunya beragam, mulai dari secara global area lahan meningkat hingga karena tidak tahu harga. Kami menyarankan petani agar menyimpan hasil panen untuk dijual pada musim hujan, agar harga lebih baik,” harapnya.

Menurut dia, daya simpan bawang merah cukup lama, karena mampu bertahan tiga sampai dengan empat bulan. Hanya memang jika terlalu lama disimpan risikonya terjadi penyusutan berat timbangan namun untuk kualitas tetap bagus.

“Kami menyarankan petani agar menanam bawang merah pada rentang April sampai dengan Mei,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar