Bata berbahan baku limbah plastik diminati masyarakat

id lebak

Bata berbahan baku limbah plastik diminati masyarakat

Seorang pengelola BUMDes Lebak Pariang Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak memperlihatkan produksi bata limbah plastik. ANTARA/Mansyur Suryana

Lebak (ANTARA) - Bata yang bahan bakunya dari limbah plastik di Desa Lebak Pariang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, diminati masyarakat karena memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan bata merah.

"Kita berharap produksi bata limbah plastik itu dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi pedesaan," kata Kepala Desa Lebak Pariang Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Aat Suangsih saat dihubungi di Lebak, Selasa.

Produksi bata yang didanai BUMDes tersebut kini banyak diminati masyarakat untuk bahan bangunan perumahan. Sebab, kualitas bata limbah plastik memiliki kualitas baik dibandingkan bata merah.

Selain itu, kekuatan bata limbah cukup kuat dan tidak mudah pecah juga ramah lingkungan.

Karena itu, industri bata limbah plastik dikelola oleh BUMDes setempat dan mampu menyumbangkan pendapatan ekonomi juga menyerap lapangan pekerjaan baru bagi warga.

"Produksi bata itu menghasilkan pendapatan Rp7 juta selama dua pekan dengan produksi 1.000 bata dan harga Rp700 per bata," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya mendorong industri bata limbah plastik itu berkembang sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selama ini, prospek pengembangan usaha industri bata limbah plastik sangat menjanjikan karena bahan bakunya melimpah dan tidak begitu kesulitan.

Saat ini, sampah plastik dari masyarakat maupun bank sampah serta penampung sangat mudah didapatinya. Kemungkinan ke depan bisa melayani permintaan bata limbah untuk proyek pembangunan trotoar jalan.

"Kami berharap produksi bata limbah itu menjadikan andalan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, bata limbah plastik memiliki kekuatan perekat yang kuat dibandingkan bata tanah merah maupun bata semen.

Produk bata itu yang dialokasikan Dana Desa (DD) dipastikan mampu menggulirkan pertumbuhan ekonomi pedesaan. Oleh karena itu, produk bata dapat menyerap lapangan pekerjaan masyarakat, sehingga kehidupan ekonomi warga setempat menjadi lebih baik.

"Kami mendorong industri bata limbah itu bisa memenuhi kebutuhan warga," katanya.

Ketua BUMDes Desa Lebak Pariang Kabupaten Lebak Sarka mengatakan pihaknya sudah memproduksi bata limbah plastik itu, bahkan belum lama ini melayani pesanan dari masyarakat sebanyak 1.000 bata.

Produksi bata yang memperkerjakan warga setempat tentu dapat membantu program pemerintah untuk mengatasi urbanisasi ke luar daerah.

"Sebagian besar usia produktif di sini bekerja ke luar daerah akibat kesulitan mencari pekerjaan itu," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar