TNI AU angkut 300 pengungsi dari Wamena

id pesawat hercules,pengungsi wamena

TNI AU angkut 300 pengungsi dari Wamena

Seorang wanita hamil yang merupakan pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ketika dibantu duduk di kursi roda usai turun dari pesawat Hercules milik TNI AU di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (27/9) (ANTARA News Papua / Alfian Rumagit)

Dari dua kali penerbangan pesawat Hercules yang diawakinya bersama 15 orang kru telah mengangkut 300 pengungsi.
Jayapura (ANTARA) - Pesawat Hercules milik TNI AU mengangkut sebanyak 300 pengungsi dari Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ke Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat.

Komandan Skadron Udara (Danskadud) 32 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Letkol PNB Surya Anggoro usai landing dari Wamena, di Base Ops Lanud Silas Papare Sentani, Kabupaten Jayapura, mengatakan sejak pagi hingga sore ini telah dilakukan dua kali penerbangan.

"Kebetulan kami diperintahkan berangkat dan baru sampai Biak Numfor pada sekitar pukul 03.30 WIT tadi, dan langsung laksanakan evakuasi 2 kali, insyaallah direncanakan tiga kali pada sore ini," katanya didampingi Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso.

Menurut dia, dari dua kali penerbangan pesawat Hercules yang diawakinya bersama 15 orang kru telah mengangkut 300 pengungsi.

"Total dua kali penerbangan itu 300 penumpang, yang tadi baru turun sebanyak 150 orang dan untuk bantuan sosial itu tadi 12 ton per pesawat yang diangkut ke Wamena. Dan sekarang juga akan segera dinaikkan bantuan sosial yang kedua," katanya.

Ketika ditanya soal kondisi geografis dan penerbangan di Papua, Letkol PNB Surya mengaku sudah terbiasa karena sebagai seorang penerbang pesawat jenis Hercules.

"Kami adalah penerbang hercules, jadi sudah terbiasa terbang dengan kondisi alam yang cukup ekstrem, kita cukup familiar dengan terbang ke Wamena," katanya meyakinkan.

Ia mengaku termotivasi karena ketika landing di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, warga terlihat antusias sekali. "Terlihat sekali mereka ingin terbang ke Jayapura," kata Letkol PNB Surya Anggoro.

Secara terpisah, Yudi salah satu warga yang menjadi korban di Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengaku trauma dengan kondisi beberapa hari lalu.

"Pada umumnya warga memilih kembali pulang ke kampung halaman karena melihat situasi yang kurang mantap," katanya.

Hingga kini, data yang diperoleh Antara dari berbagai sumber, jumlah warga yang mengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Sentani, Kabupaten Jayapura sebanyak 1.096 orang lebih.
Baca juga: Papua Terkini - Korban tewas kericuhan di Wamena bertambah menjadi 30 orang

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar