Penelitian dalam pendidikan sains mendapatkan kontribusi signifikan

id pendidikan,sains,uny

Penelitian dalam pendidikan sains mendapatkan kontribusi signifikan

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa (ANTARA/HO-UNY)

Yogyakarta (ANTARA) - Penelitian dalam sains dan pendidikan sains telah mendapatkan kontribusi yang signifikan saat ini, kata Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa.

"Hal ini antara lain disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi dan sains yang pesat," katanya pada konferensi internasional bertajuk "The Science and Science Education International Seminar (SSEIS) 2019 di Yogyakarta, Jumat.

Perkembangan teknologi informasi dan sains itu mengharuskan dia, sebagai praktisi pendidikan dan peneliti, untuk menginvestasikan waktu, energi, dan dana untuk lebih baik dalam mengatasi perkembangan tersebut.

Menurut dia, untuk mempromosikan kontribusi sains dan pendidikan sains, penelitian dan temuan penelitian harus dibagikan dan disebarluaskan melalui diskusi, seminar, dan konferensi.

SSEIS 2019 adalah salah satu agenda yang dapat menyatukan praktisi pendidikan dan peneliti untuk duduk bersama dan berbagi praktik terbaik dan temuan penelitian mereka.

Komitmen semacam itu sejalan dengan komitmen UNY untuk berkontribusi lebih baik kepada masyarakat pada umumnya, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan sains pada khususnya. 

Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara, UNY telah berusaha keras untuk meningkatkan partisipasinya dalam kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan.

"Dengan upaya dan komitmen ini kami berharap dapat lebih berdampak pada perkembangan masyarakat dan dunia," katanya.

Djohan Yoga dari International Certified Trainer for Asia, Singapura, mengatakan sejak dulu, sains telah menjadi dasar dari banyak bidang lain seperti teknologi dan pendidikan. 

Sains memberi kontribusi besar bagi teknologi dengan menyediakan pengetahuan baru, prosedur baru, dan metode baru.

"Sains sangat penting dalam pendidikan, para siswa harus mampu secara ilmiah. Metode ilmiah adalah kunci untuk pemecahan masalah dan pemikiran kritis untuk menciptakan solusi dan membuat keputusan," katanya.

SSEIS 2019 bertema "Promoting Science for Technology & Education Advancement" itu diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar