Bupati Sleman nilai promosi pariwisata lebih menarik dengan visual

id Pariwisata Sleman,Bupati Sleman,Dispar sleman

Bupati Sleman nilai promosi pariwisata lebih menarik dengan visual

Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Sapta Pesona Kabupaten Sleman 2019. ANTARA/HO/ Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo menilai di era kecanggihan teknologi sekarang, promosi wisata akan lebih menarik wisatawan dengan cara visual.

"Maka dengan kontes dan lomba video pariwisata ini, sangat membantu para wisatawan jika ingin mengunjungi lokasimenarik di Kabupaten Sleman," kata Sri Purnomo pada penyerahan hadiah para juara Lomba Sapta Pesona Kabupaten Sleman 2019, di Ballroom Sahid Jaya Hotel, Yogyakarta, Kamis.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah kepada juara lomba video kreatif yang bertema Pesona Sleman dan lomba mamasak berbahan dasar Salak Pondoh.

Menurut dia, video kreatif pariwisata Sleman tersebut sangat membantu dalam mempromosikan potensi Kabupaten Sleman di bidang Pariwisata melalui video.

"Terlebih tahun ini Kabupaten Sleman terus menggenjot kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman. Tahun lalu tercapai target tujuh juta wiasatawan, tahun ini kami tingkatkan menjadi 10 juta wisatawan akan berkunjung ke Sleman," katanya.

Selain itu, Bupati Sleman berharap dengan penghargaan Sapta Pesona yang diberikan kepada para pengelola hotel dan restoran di Sleman dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya bagi wisatawan yang berkunjung di Sleman.

"Hal tersebut juga menjadi salah satu penunjang tercapainya target kunjungan wisatawan di Sleman," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan lomba Sapta Pesona diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Internasioanal pada 27 September 2019, bertujuan memotivasi dan penguatan industri pariwisata.

Kegiatan tersebut terselenggara atas inisiasi Dispar Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) dan Disperindag Kabupaten Sleman.

"Pariwisata Kabupaten Sleman merupakan salah satu sektor unggulan dalam pembangunan dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Sleman, merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman yang tinggi" katanya.

Lomba tersebut diikuti oleh hotel dan restoran yang telah memiliki kelengkapan perizinan dan telah telah memenuhi kewajiban perpajakan.

Adapun kategori lomba Sapta Pesona 2019 yakni, hotel berbintang, hotel nonbintang, serta kategori restoran.

Pemenang Lomba Sapta Pesona 2019, kategroi Hotel berbintang juara 1 diraih oleh Hotel Grand Ambarrukmo Yogyakarta, juara 2 diraih oleh Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, dan Juara 3 diraih oleh Hotel Grand Keisha Yogyarakarta, untuk kategori Non-Bintang juara 1 diraih oleh Hotel Yellow Star Ambarrukmo Yogyarakta, juara 2 diraih oleh Hotel Pakumas Yogyakarta, dan juara 3 diraih Hotel DOM Yogyakarta.

Sedangkan untuk Kategori Restoran juara 1 diraih oleh Restoran Abhayagiri, Juara 2 diraih oleh Restoran Rama Shinta Pramabanan, dan Juara 3 diraih oleh Restoran Sushi Tei.

Untuk Lomba Video Kreatif Sleman juara 1 diraih oleh Bagas Magista dengan judul Sejuta Senyum Sleman, juara 2 diraih Sayekti Kinarya dengan judul video Wonderful Sleman, dan Juara 3 diraih oleh Budi Prasetya dengan judul video Sleman yang Menawan.

Dalam event yang sama Dispar Kabupaten Sleman, juga menggelar lomba memasak dengan bahan dasar buah ikon Sleman yakni salak pondoh dan peserta wajib menggenakan busana daerah Nusantara.

"Lomba diikuti 57 kelompok dari hotel-hotel dan umum, masing-masing kelompok dua orang peserta," katanya.

Menurut dia, tujuan lomba untuk semakin menguatkan eksistensi kuliner lokal Sleman dengan bahan lokal salak pondoh.

"Lomba ini diantaranya membuat makanan pendamping minum 'ngopi' (minum kopi) atau 'ngeteh' (minum teh), jadi bukan makanan berat," katanya.

Ia mengatakan, peserta diwajibkan mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia karena untuk mengangkat bahan lokal untuk memperkaya kuliner Indonesia.

"Spiritnya event ini adalah mengangkat bahan lokal, yakni salak pondoh, tetapi dapat memperkaya asset kuliner Nusantara dalam lingkup pesona Indonesia," katanya.
Salah satu peserta lomba memasak dengan bahan dasar Salak Pondoh Sleman. Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar