BRTI siapkan aturan penangkal IMEI palsu

id imei,regulasi imei,aturan imei,brti,agung harsoyo

BRTI siapkan aturan penangkal IMEI palsu

Pedagang memeriksa nomor identitas ponsel (IMEI) dagangannya di Jakarta, Jumat (5/7/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Identitas ponsel terlihat melalui IMEI yang tertulis di belakang konektor SIM.
Jakarta (ANTARA) - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyiapkan aturan untuk mengantisipasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang dikloning atau palsu jika regulasi IMEI diberlakukan.

"Kami sedang mendiskusikan regulasi terkait perangkat yang masuk," kata Komisioner BRTI, Agung Harsoyo di Jakarta, Kamis.

Agung mengatakan sistem dalam nomor IMEI mirip dengan sistem yang terdapat di kartu seluler karena ada beberapa aspek yang tidak bisa diubah. Secara teori maupun praktik, identitas keamanan (security identity) perangkat keras dapat dikunci.

BRTI akan menetapkan IMEI perangkat yang masuk ke Indonesia dikunci agar tidak dapat diakses melalui sistem operasi. Saat ini, ketika perangkat menyala, sinyal radio akan aktif dan melaporkan identitas perangkat (IMEI) tersebut.

Identitas ponsel terlihat melalui IMEI yang tertulis di belakang konektor SIM.

Sistem yang tidak dikunci memungkinkan sistem operasi untuk memotong dan mengganti dengan identitas lain.

BRTI lantas menggali cara agar terdapat standard untuk menguji apakah IMEI perangkat yang masuk ke Indonesia sudah terkunci.

"Begitu aturan berlaku, ponsel yang tidak memenuhi aturan tidak boleh masuk," kata Agung.

BRTI belum menyatakan kapan aturan tentang IMEI itu berlaku karena harus berdiskusi dengan produsen ponsel.
Baca juga: Ini tips menjadi pejuang antihoaks di grup WhatsApp
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar