PMI Bantul bantu air bersih 329 tangki selama kemarau

id PMI salurkan air

PMI Bantul bantu air bersih 329 tangki selama kemarau

PMI Bantul sedang menyalurkan bantuan air bersih dari komunitas alumni MTsN Yogyakarta di Dusun Karang Talun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 329 tangki ke beberapa daerah dilanda kekeringan wilayah ini selama musim kemarau 2019.

"Sampai bulan ini bantuan air bersih sudah (tersalurkan) sebanyak 329 tangki sampai hari kemarin (Sabtu, 5 Oktober 2019)," kata Pelaksana Lapangan Operasi Kekeringan Korps Sukarela PMI Bantul, Mencho Yulianto saat menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Karang Talun, Wukirsari Bantul, Minggu.

Menurut dia, bantuan air bersih ratusan tangki air dari komunitas masyarakat, organisasi kemasyarakatan maupun instansi terkait lainnya itu disalurkan ke beberapa kecamatan di Bantul seperti ke wilayah Imogiri, Piyungan, Dlingo dan Pandak.

"Lokasinya ada di Kelurahan Wukirsari (Imogiri), kelurahan Terong, Mangunan dan Jatimulyo (Dlingo), Kelurahan Srimulyo, Gilangharjo Pandak dan Guwosari (Pajangan). Sebagian besar di Wukirsari, Jatimulyo, Terong, Mangunan dan Srimulyo," jelasnya.

Dia menambahkan, penyaluran bantuan air bersih ke lokasi-lokasi kekeringan akibat kemarau panjang akan terus dilakukan sampai musim hujan nanti, mengingat masih ada wilayah lain yang belum terbantu air ataupun wilayah yang sudah terbantu namun masih membutuhkan.

"Penyaluran air bersih sampai musim penghujan turun yang perkiraan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) itu awal Desember 2019, namun Insya Allah kebutuhan air untuk masyarakat kita penuhi dari PMI," terangnya.

Sementara itu, ketua komunitas alumni salah satu Madrasah Tsanawiyah negeri (MTsN) di Yogyakarta, Maryadi mengatakan, guna membantu masyarakat Bantul yang kesulitan air bersih, memberikan bantuan sebanyak 16 tangki untuk warga pedukuhan Karang Talun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

"Bantuan air bersih bagi warga pedukuhan khususnya masyarakat RT (Rukun Tetangga) 08 Karang Talun ini diharapkan dapat membawa manfaat dan berkah, karena informasi yang kami peroleh dari PMI Bantul, di RT ini masih membutuhkan droping air," jelasnya.

Sedangkan Ketua RT 08 Dusun Karang Talun Zaenal mengemukakan, warga di wilayahnya sudah menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau, bahkan kondisi tersebut sudah dialami hampir empat tahun, karena jaringan PAM (Pengelolaan Air Masyarakat) di daerahnya sudah lama macet.

"Sumur-sumur sudah pada kering, kalaupun ada air debitnya sangat sedikit, kalau untuk membuat sumur dalam pun sedalam 30 meter kemungkinan belum muncul air, sudah pernah ada sumur bor, cuma fakum karena terkendala mesin yang macet," terangnya.

Oleh karena itu, lanjut dia jika ada bantuan air bersih dari komunitas atau organisasi masyarakat melalui instansi terkait sangat membantu warga memenuhi kebutuhan air di saat kemarau. "Ada sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 08 ini," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar