Sleman minta rencana pembangunan KA DIY-Jateng terus disosialisasikan

id Rel kereta api,Ka diy-jateng,Pemasangan patok rel KA,Sleman

Sleman minta rencana pembangunan KA DIY-Jateng terus disosialisasikan

Perawatan rel KA Pekerja menyelesaikan proses penggantian bantalan rel kereta api di kawasan Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (18/5). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/16.

Rencana ada enam kecamatan di Sleman yang akan dilewati rel kereta tersebut.
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta rencana pembangunan jalur rel kereta api (KA) yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah (Jateng) terus disosialisasikan untuk menghindari keresahan masyarakat terutama di wilayah yang akan dilalui.

"Rencana ada enam kecamatan di Sleman yang akan dilewati rel kereta tersebut. Kami minta pusat terus melakukan sosialisasi terkait tahapan pembangunannya," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Jenu Santoso di Sleman, Kamis.

Menurut dia, rencana pembangunan rel kereta tersebut saat ini masih dalam tahap studi guna menentukan lokasi untuk membangun rel.

Berdasarkan rancangan peta 'detail engineering design (DED)' rel kereta yang berada di wilayah Sleman akan melewati enam kecamatan yakni Gamping, Godean, Seyegan, Mlati, Sleman, dan Tempel.

Baca juga: Pemkab Sleman pasang ratusan "tapping box"

"Terdapat 24 'bench mark' (BM) atau patok yang ditanam di sembilan desa, yang ada di enam kecamatan tersebut sebagai studi DED," katanya.

Ia mengatakan, desa yang rencananya dilalui rel kereta api yaitu Ambarketawang, Sidokarto, Margoluwih, Tirtoadi, Sumberadi, Triharjo, Caturharjo, Margorejo, dan Lumbungrejo.

"Untuk titik pertama BM yang ada di Sleman telah ditanam di sekitar Pasar Tempel," katanya.

Jenu mengatakan, sosialisasi kepada warga telah satu kali dilakukan. Sekitar Agustus yang lalu.

"Sosialisasi dilakukan berdasarkan permintaan dari Pemkab Sleman agar tidak ada gejolak di masyarakat. Kami minta agar pusat nantinya sosialiasi terus dilakukan sampai ada kepastian," katanya.

Ia mengatakan, PPK dan BPTD DIY-Jateng menyebutkan bahwa proyek baru sampai tahap pematokan, dan bukan berarti titik itu yang akan dibebaskan.

"Patok yang sudah dipasang itu untuk studi saja," katanya.

Menurut dia, proyek di bawah kewenangan Ditjen Perkeretaapian itu tahun ini masuk tahapan pengerjaan DED. Pekerjaan itu dilakukan oleh PT Rayakonsult berdasar surat perjanjian per tanggal 20 Mei 2019.

Garis besar lingkup pekerjaan utama ini antara lain pengumpulan data sekunder, survei pengukuran topografi, penyelidikan tanah dan pembuatan desain rinci.

"Berdasar informasi dari konsultan, panjang jalur rel kereta api direncanakan sekitar 40 kilometer. Mulai dari Stasiun Patukan hingga Borobudur. Seluruhnya akan dibangun dengan konsep 'atgrade'. Semua desainnya 'atgrade' karena kalau rel dibangun melayang, biayanya terlalu mahal," katanya.

Pemkab Sleman, kata dia, pada prinsipnya mendukung gagasan tersebut karena sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan kawasan pariwisata yang terkemuka pada 2025. Di samping itu, reaktivasi jalur kereta api juga akan mendukung penyediaan moda transportasi publik yang lebih masif.

"Angkutan kereta api banyak peminatnya bahkan bisa dibilang mulai menggeser minat terhadap moda transportasi udara. Karena itu, kami optimistis kehadiran jalur kereta api menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur bisa lebih menghidupkan pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, meskipun mendukung rencana itu, Pemkab Sleman memberikan beberapa catatan. Diantaranya pembangunan jalur kereta api disarankan tidak melewati daerah padat penduduk maupun situs sejarah.

"Untuk itu nanti pembangunan rel kereta hanya akan menghidupkan sebagian jalur kereta lama dan sisanya membangun rel baru. Sejauh ini baru disepakati pemilihan koridor. Untuk penetapan trase, konsultan diwajibkan untuk melakukan survei lapangan dan mengajukan rekomendasi alternatif trase sesuai ketentuan teknis," katanya.
Baca juga: KAI "launching" kereta Argo Parahyangan Excellence Jakarta-Bandung
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar