Lahan pertanian terdampak kekeringan di Bantul tidak meluas

id Sawah bantul

Lahan pertanian terdampak kekeringan di Bantul tidak meluas

Salah satu lahan pertanian di wilayah Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan lahan pertanian atau sawah di wilayah ini yang gagal panen karena dampak kekeringan akibat kemarau panjang tidak bertambah luasannya.

"Pertanian yang terdampak kekeringan belum berubah, karena memang sejak kemarin sudah tidak ada penanaman yang kemudian puso, jadi (luasannya) tidak ada perubahan," kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Bambang Pin Erwanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, berdasarkan data yang dihimpun dari bidang tanaman hingga akhir Agustus lalu  lahan pertanian yang gagal panen karena kemarau 2019 seluas 122 hektare yang tersebar di enam kecamatan yaitu Sedayu, Pajangan, Imogiri, Dlingo, Kasihan dan Pleret

Namun demikian, kata dia, luasan sawah yang gagal panen tidak bertambah, sebab tidak ada penambahan tanaman di wilayah-wilayah rawan kekeringan karena petani sudah memahami resikonya, jika ada tanaman, karena air irigasi masih mencukupi.

"Ketika tidak ada sumber air jelas petani tidak bisa apa-apa, tetapi kalau ada air bisa dimanfaatkan paling tidak untuk minimal tidak ada kematian, namun kalau untuk padi sudah satu sampai dua bulan lalu tidak ada tanaman padi," katanya.

Dia mengatakan, meski sebagian lahan sawah di Bantul gagal panen karena kekeringan, namun pihaknya meyakini tidak akan mempengaruhi ketersediaan pangan di wilayah itu, bahkan optimistis target produksi padi selama satu tahun terealisasi.

"Produksi padi 2019 kita targetkan sekitar 96 ribu ton, sampai saat ini kita sudah mencapai 80 persen, harapannya nanti ada panenan di bulan November dan Desember itu sudah tercapai, optimistis produksi tercapai," katanya.

Bambang mengatakan, untuk di lahan pertanian yang ketersediaan air cukup petani masih bisa menanam padi, namun untuk di daerah kering atau irigasi terbatas tanaman yang dianjurjab palawija seperti jagung, bawang merah terutama di daerah selatan.

"Yang digenjot tanamannya itu palawija, jagung dan bawang merah di daerah selatan, tanaman-tanaman yang memang notabene memerlukan air sedikit, jadi untuk hortikultura kalau unggulan kita bawang merah dan jagung untuk lahan nonpadi," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar