Sisi selatan BIY akan ditanami pohon

id Sabuk hijau,Kulon Progo

Sisi selatan BIY akan ditanami pohon

Kondisi selatan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo sangat memprihatinkan. Abrasi laut mulai mendekati BIY. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo akan melakukan penanaman pohon di selatan Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY sebagai salah satu upaya mitigasi bencana seperti gelombang pasang, abrasi hingga tsunami.

"Setelah musim hujan merata, akan dilakukan penanaman pohon," kata Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo Sri Handayaningsih di Kulon Progo, Kamis.

Ia mengatakan rencananya, ada 1.200 pohon cemara udang dan pule bantuan BNPB yang akan ditanam. Dari informasi yang diperoleh, cara penanaman dari KLH dimungkinkan berbeda. Tidak melakukan penyiraman, melainkan menggunakan box khusus penyimpanan air.

"Pohon kemudian dikurung untuk menahan angin sehingga kemungkinan hidup tinggi, itu saya ketahui saat koordinasi dengan pihak KLH beberapa waktu lalu," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengaku tanaman yang ditanam di selatan Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 800 pohon pada Mei 2019, hanya 50 persennya yang bisa hidup.

Ia mengatakan BPBD Kulon Progo yang ditugaskan untuk merawat pohon tersebut sebenarnya sudah melakukan pelbagai upaya pencegahan, salah satunya dengan rutin melaksanakan penyiraman.

"Kegiatan ini dilakukan empat kali dalam sepekan, namun tetap saja upaya itu belum membuahkan hasil," kata Ariadi.

Menurut Ariadi, matinya pohon yang berfungsi sebagai mitigasi bencana sekaligus sabuk hijau Bandara Internasional Yogyakarta itu lebih disebabkan oleh faktor alam.

"Faktor alam seperti kemarau dan kencangnya hembusan angin membuat banyak pohon cemara udang dan pule di sana cepat rusak," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar