NasDem Sleman membuka penjaringan bakal calon untuk Pilkada 2020

id Pilkada serentak,Partai Nasdem,Sleman,Kabupaten Sleman

NasDem Sleman membuka penjaringan bakal calon untuk Pilkada 2020

Salah satu spanduk yang dipasang Partai NasDem untuk penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Serentak 2020. Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka pendaftaran untuk penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diajukan dalam Pilkada 2020, meskipun harus membangun koalisi karena hanya memiliki tiga kursi di DPRD.

"Memang kami membuka pendaftaran bakal calon, sudah kami sosialisasikan melalui berbagai media, termasuk spanduk 'NasDem Memanggil' di sejumlah sudut strategis," kata Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sleman Surana di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, beberapa nama saat ini sudah masuk, salah satunya Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang juga merupakan kader Partai NasDem.

"Penjaringan melalui 'NasDem Memanggil' memang merupakan bagian dari mekanisme partai dalam menjaring nama-nama kandidat. Hal itu sesuai mekanisme partai," katanya.

Ia mengatakan, mekanisme tersebut di antaranya, pertama melakukan penjaringan putra-putra daerah, siapapun bisa menjadi kepala daerah baik di Sleman, Bantul dan Gunung Kidul.

"Kemudian setelah penjaringan itu, kami akan melakukan verifikasi pada setiap nama yang masuk. Nama yang masuk kemudian akan disurvei siapa dari mereka yang diinginkan masyarakat," katanya.

Surana mengatakan, sampai saat ini, sudah ada enam nama yang mendaftar ke Partai NasDem, namun dia tidak bisa menyebutkan semua nama yang sudah masuk itu.

"Yang pasti dari internal NasDem sudah ada kader yang saat ini juga jadi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Tetap,i nanti tetap dasarnya survei yang diinginkan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, meskipun Partai NasDem saat ini hanya memiliki tiga kursi di DPRD Sleman, namun hal tersebut bukanlah masalah, karena pihaknya akan intensif melakukan komunikasi dengan parpol lain untuk menjalin koalisi.

"Daya tawar kita memang hanya tiga kursi, namun mau tiga kursi atau lima memang tidak bisa mengusung sendiri. Jadi, meski delapan itu sama dengan tiga kan. Itu sama saja. Yang boleh memang 20 persen dari semua kursi di DPRD sehingga kita harus membangun koalisi," katanya.

Salah satu parpol yang kemungkinan bisa diajak koalisi, kata dia, yakni Partai Golkar, mengingat di dewan saat ini Partai NasDem dan Golkar menjadi satu fraksi.

"Dengan partai yang lain pun tetap menjalin komunikasi, kita rembukan," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar