Kampung sayur Yogyakarta didorong lakukan digitalisasi pertanian

id kampung sayur,digitalisasi pertanian,yogyakarta

Kampung sayur Yogyakarta didorong lakukan digitalisasi pertanian

Ilustrasi kampung sayur di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar tertentu.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Yogyakarta mendorong kampung sayur yang sudah tersebar cukup banyak di sejumlah wilayah di Yogyakarta, untuk mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya digitalisasi pertanian menuju pertanian yang semakin modern.

“Salah satunya adalah membuat laman atau aplikasi untuk mempermudah penjualan produk. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar tertentu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, upaya awal untuk penerapan digitalisasi pertanian sudah mulai dilakukan setelah penilaian kampung sayur beberapa waktu lalu, dimulai dari kampung sayur yang berada di Kampung Jogonegaran.

Sugeng mengatakan kampung sayur di Jogonegaran tersebut memiliki perkembangan yang cukup baik, khususnya dari segi kualitas dan diversifikasi produk yang dihasilkan karena didukung oleh seluruh warga di wilayah tersebut.

“Keberadaan kampung sayur di wilayah tersebut bahkan mampu mengubah kondisi sosial masyarakat. Wilayah yang semula kurang tertata, kini mulai terlihat rapi dan jauh dari kesan kumuh,” katanya.

Baca juga: Kerajinan wayang kulit Dusun Gendeng terkendala regenerasi

Upaya digitalisasi pertanian, khususnya untuk mempermudah penjualan produk pertanian tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan pada 2020 dan menjadi percontohan untuk diterapkan di kampung sayur lainnya.

“Saat dijual pun, sudah harus ada deskripsi mengenai kondisi produk. Misalnya berat atau panjang batangnya sehingga memudahkan pembeli dalam memilih produk yang diinginkan,” katanya.

Selain memanfaatkan teknologi informasi, upaya modernisasi pertanian di Kota Yogyakarta yang akan diterapkan adalah pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi, seperti penyiraman otomatis yang akan memudahkan petani.

“Lahan pertanian di Kota Yogyakarta memang tidak terlalu luas, begitu pula dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sehingga dibutuhkan bantuan teknologi untuk mempermudah proses produksi,” katanya

Penerapan teknologi, lanjut Sugeng, juga sudah dilakukan saat panen padi sehingga padi hasil panen akan langsung diolah menggunakan mesin menjadi gabah. “Gabah pun sudah akan langsung dimasukkan ke dalam karung dengan ukuran berat tertentu dalam kondisi sudah terjahit rapi,” katanya.

Baca juga: Aturan pengurangan penggunaan plastik di Yogyakarta diluncurkan

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar