Yogyakarta membutuhkan dua titik pos tambahan pemadam kebakaran

id Pemadam kebakaran,posko

Yogyakarta membutuhkan dua titik pos tambahan pemadam kebakaran

Petugas pemadam kebakaran tengah melakukan pemadaman api di gudang arsip kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. ANTARA/Dokumen

Yogyakarta (ANTARA) - Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah 32,5 kilometer persegi dengan tingkat kepadatan mencapai lebih dari satu juta jiwa, saat siang hari membutuhkan tambahan dua titik pos pemadam kebakaran guna mengoptimalkan penanganan kebakaran.

“Berdasarkan kajian dalam rencana induk sistem proteksi kebakaran (RISPK), jumlah ideal pos pemadam kebakaran di Yogyakarta mencapai empat titik. Sekarang baru ada di dua titik,” kata Kepala Bidang Pencegahan Dinas Kebakaran Isharyanto di Yogyakarta, Minggu.

Dua titik pos pemadam kebakaran yang saat ini ada di Kota Yogyakarta masing-masing berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta yang menjadi posko induk dan posko tambahan di Jalan Kyai Mojo.

Sedangkan tambahan dua titik pos pemadam kebakaran yang perlu direalisasikan berada di pusat Kota Yogyakarta yaitu di sekitar kawasan Keraton Yogyakarta atau di Alun-Alun Utara Yogyakarta dan satu titik di bagian timur-selatan yaitu di sekitar Terminal Giwangan.

Isharyanto mengatakan, upaya untuk mewujudkan tambahan pos di sekitar Alun-Alun Utara Yogyakarta sudah berproses namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penggunaan lokasi oleh pihak Keraton Yogyakarta.

“Untuk di Alun-Alun Utara Yogyakarta, kami menggunakan aset milik Keraton Yogyakarta. Sudah ada permohonan tetapi sepertinya belum ada jawaban,” katanya.

Sedangkan untuk realisasi pos di sekitar Terminal Giwangan, Isharyanto mengatakan, juga membutuhkan koordinasi dan kebijakan dari kepala daerah karena lokasi yang akan digunakan sudah difungsikan sebagai terminal.

Selain di kedua lokasi tambahan tersebut, Isharyanto mengatakan, lokasi yang juga dinilai ideal untuk dibangun pos pemadam kebakaran berada di Yogyakarta bagian barat-selatan atau di sekitar Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta.

“Tetapi, asetnya adalah milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan sehingga dibutuhkan koordinasi dengan OPD terkait,” katanya.

Di tiap posko tambahan, lanjut Isharyanto akan disiagakan dua tim pemadam kebakaran dan dua kendaraan pemadam kebakaran. “Tentunya perlu ada tambahan tim dan armada jika pos pemadam bertambah,” katanya.

Saat ini, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta memiliki 12 armada pemadam kebakaran namun satu armada sudah tidak bisa difungsikan. “Jumlah tersebut termasuk mobil tangga yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran di gedung-gedung tinggi,” katanya.

“Seharusnya, ada satu tim rescue dan satu tim pemadaman. Namun, karena jumlah anggota untuk tim rescue masih terbatas, maka masih dipusatkan di posko induk,” katanya.

Sementara itu, sarana pendukung lain yang dimiliki Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta adalah 16 titik penampungan air. Masing-masing titik biasanya memiliki kapasitas sekitar 30.000 liter air. “Kondisi di tiap penampungan juga dipantau rutin, ketersediaan air selalu penuh sehingga tidak akan mengganggu proses penanganan kebakaran,” katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar