Pilkada pengaruhi berlarutnya pembentukan AKD DPRD

id DPRD Sleman,Forpi Sleman,Sleman,Kabupaten Sleman

Pilkada pengaruhi berlarutnya pembentukan AKD DPRD

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan ucapan selamat kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Sleman terpilih setelah acara pengambilan sumpah. Foto/HO/Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menilai menjelang Pilkada Serentak 2020 turut memiliki andil terhadap lamanya pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Sleman.

"Ajang Pilkada 2020 memiliki kontribusi terhadap lamanya pembahasan AKD DPRD Sleman, karena fokus partai menjadi pecah," kata anggota Forpi Kabupaten Sleman Hempri Suyatna di Sleman, Selasa.

Menurut dia, ada indikasi saat ini parpol gencar membangun koalisi dalam Pilkada 2020.

"Akhirnya jadi rumit dan fokus pada kepentingan politik sesaat dan mengabaikan kepentingan utama," katanya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat tugas kedewanan tidak berjalan optimal. Padahal sudah dua bulan dilantik.

"Sudah dua bulan dilantik, namun kinerja dewan belum terlihat," katanya.

Hempri berharap agar AKD DPRD Sleman bisa segera terbentuk. Ketua parpol harus mendorong anggota dewan di bawah partainya agar segera bekerja merampungkan AKD.

"Harus didorong agar segera selesai. Karena kalau tidak, ini mengingkari amanat rakyat. Mereka sudah digaji juga," katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sleman Arif Kurniawan mengatakan pembahasan AKD DPRD Kabupaten Sleman hingga saat masih terus berjalan dan pembahasan terkesan alot.

"Saat ini pembentukan AKD masih terus berjalan cukup alot, bahkan muncul dua kubu dalam pembentukan AKD," katanya.

Menurut dia, ada dua kubu yang sama-sama ingin menempatkan anggota fraksi di alat kelengkapan. Namun dirinya tidak merinci kubu-kubu tersebut.

"Semua partai masih menilai posisi di AKD merupakan salah satu posisi strategis," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar