Perajin tahu Tuksono mendapat bantuan alat produksi dari BPTTG Yogyakarta

id Alat produksi tahu,BPPTG Yogyakarta,Kulon Progo

Perajin tahu Tuksono mendapat bantuan alat produksi dari BPTTG Yogyakarta

Perajin tahu Desa Tuksono, Kabupaten Kulon Progo mendapat bantuan alat produksi dari Balai Pengembangan Teknologi Tepatguna (BPTTG) Yogyakarta. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Perajin Tahu Murni di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat bantuan alat produksi tahu dari Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Yogyakarta.

Ketua Kelompok Perajin Tahu Murni Desa Tuksono, Ponimin di Kulon Progo, Rabu, mengatakan alat produksi tahu nilai sekitar Rp30 juta.

"Alat produksi tahu ini sangat efisiensi bahan bakar dan mempercepat waktu produksi," kata Ponimin.

Ia mengatakan Desa Tuksono merupakan sentra industri tahu di Kulon Progo. Lebih dari 200 kepala keluarga menggantungkan hidupnya dengan berjualan tahu. Kemudian, Kelompok Tahu Murni mengajukan proposal kepada Dinas Perdagangan, sehingga kelompoknya setiap tahun mendapat bantuan, salah satunya alat produksi tahu modern.

"Kami berharap Dinas Perdagangan juga memberikan pelatihan dan peralatan kepada masyarakat Desa Tuksono untuk mengolah ampas tahu," harapnya.

Salah satu perajin tahu Desa Tuksono, Syamsuri mengatakan alat produksi tahu bantuan Dinas Perdagangan efisien waktu produksi dan bahan bakar. Waktu produksi tahu satu kali masak biasanya membutuhkan waktu 25 menit, maka dengan alat produksi ini hanya membutuhkan waktu paling lama 10 menit.

Selain itu, alat produksi tahu juga efisien bahan bakar karena tabung alat masak lebih besar sehingga tidak perlu memasukan air berkali-kali.

"Semoga secara bertahap pemkab memberikan bantuan dan pelatihan kepada perajin tahu," harapnya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Kulon Progo Dewantoro mengatakan Dinas Perdagangan Kulon Progo bekerja sama dengan Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna Yogyakarta memberikan bantuan dau alat produksi bagi pelaku industri kecil menengah (IKM). Yakni satu unit alat produksi tahu di Desa Tuksono (Sentolo) dan satu unit alat produksi krupuk rambak dari ketela di Desa Sidorejo (Lendah).

Alat produksi bantuan BPTTG Yogyakarta ini sangat membantu perajin tahu dan keripik singkong.

"Awalnya, Dinas Perdagangan mengajukan lima proposal bantuan alat produksi, namun hanya disetujui Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Yogyakarta," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar